
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan dalam acara penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Jawa Timur, Selasa (23/6).
JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menyoroti masih maraknya aktivitas pertambangan ilegal yang berlangsung di berbagai daerah. Menurutnya, praktik tersebut telah menyebabkan kerugian negara karena hasil tambang yang bernilai tinggi terus dieksploitasi tanpa izin.
Prabowo mengungkapkan, terdapat aktivitas tambang yang beroperasi selama bertahun-tahun tanpa mengantongi izin resmi. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya celah dalam pengawasan yang harus segera dibenahi oleh pemerintah bersama seluruh aparat penegak hukum.
"Ada satu tambang yang sudah dijalankan delapan tahun tanpa izin, tenang saja dia. Dan ada tambang-tambang yang tiap bulan keluar ratusan miliar rupiah, tiap bulan," kata Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Jawa Timur, Selasa (23/6).
Kepala Negara juga menyoroti maraknya penyelundupan hasil tambang yang hingga kini masih terjadi. Komoditas seperti emas, perak, dan berbagai logam bernilai tinggi disebut terus keluar secara ilegal, sehingga mengurangi besarnya potensi penerimaan negara.
"Emas, perak, logam-logam yang sangat mahal, sampai hari ini penyelundupan masih berjalan," ujar Prabowo.
Meski berbagai upaya telah dilakukan, Prabowo mengakui pemberantasan tambang ilegal dan penyelundupan bukan pekerjaan mudah. Pemerintah telah mengerahkan berbagai unsur, mulai dari aparat keamanan hingga lembaga terkait, namun pelanggaran masih ditemukan di lapangan.
"Sudah kita kerahkan Angkatan Laut, sudah kita kerahkan Bea Cukai, sudah kita kerahkan ribuan prajurit, masih saja, saudara-saudara," ucapnya.
Prabowo menegaskan, tantangan tersebut harus dihadapi dengan keseriusan dan komitmen kuat dari seluruh pihak. Ia mengingatkan, Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan sumber daya alam sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara bertanggung jawab demi kepentingan rakyat.
Menurutnya, keberhasilan menjaga kekayaan alam nasional sangat bergantung pada integritas penyelenggara negara. Karena itu, pemerintah harus memastikan tata kelola yang bersih dan bebas dari praktik korupsi agar kebocoran penerimaan negara dapat dihentikan.
"Jadi, memang usaha ini bukan usaha yang ringan. Negara kita besar, negara kita luas, dan negara kita sangat, sangat, sangat kaya. Karena itu, kuncinya adalah pemerintah harus bersih, pemerintah harus benar-benar tidak boleh korup," pungkasnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
