Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 Juni 2026 | 01.43 WIB

Wasekjen PBNU Berharap Munas dan Konbes NU Hasilkan Keputusan-Keputusan Baik Jelang Muktamar

Wasekjen PBNU Gus Mashup Faqih bersama Prof. Dr. M. Nuh dalam acara Munas dan Konbes NU di Ponpes Al Falah Ploso, Kediri, Jatim pada Minggu (21/6). (PBNU) - Image

Wasekjen PBNU Gus Mashup Faqih bersama Prof. Dr. M. Nuh dalam acara Munas dan Konbes NU di Ponpes Al Falah Ploso, Kediri, Jatim pada Minggu (21/6). (PBNU)

JawaPos.com -  Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur (Jatim) menjadi agenda besar sebelum pelaksanaan Muktamar yang direncanakan berlangsung Agustus mendatang.

Agenda tersebut diharapkan menghasilkan keputusan-keputusan yang baik untuk bangsa dan umat.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PBNU KH. Ma’shum Faqih menyampaikan hal itu. Dia menginginkan semangat kebersamaan yang terasa sejak pembukaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU terus berlanjut sampai agenda tersebut ditutup besok (22/6).

Dia juga berharap agar acara yang sudah berjalan sejak kemarin (20/6) membawa kebaikan untuk semua.

”Semoga Munas dan Konbes ini melahirkan keputusan-keputusan yang arif, mempererat ukhuwah, serta semakin memperkokoh khidmah Nahdlatul Ulama bagi umat, bangsa, dan peradaban,” kata dia kepada awak media pada Minggu (21/6).

Menurut ulama yang akrab dipanggil Gus Ma’shum tersebut, suasana tersebut menunjukkan bahwa PBNU selalu mengedepankan adab dalam setiap pelaksanaan musyawarah.

Meski belakangan muncul dinamika dan polemik yang sempat menyita perhatian publik, dia menekankan bahwa ada tetap harus jadi tuntutan dalam setiap langkah.

”Alhamdulillah, suasana pembukaan Munas dan Konbes NU sangat hangat dan penuh keakraban. Para masyayikh, pengurus, dan peserta berbaur dalam semangat ukhuwah. Inilah wajah NU yang sesungguhnya, di mana adab selalu menjadi penuntun dalam bermusyawarah,” ujarnya.

Dalam Munas Alim Ulama dan Konbes NU, akan berlangsung sidang bahtsul masail dan komisi-komisi. Menurut Gus Ma’shum perbedaan pandangan wajar terjadi dalam organisasi besar seperti NU.

Namun, dia mengingatkan, tradisi pesantren mengajarkan setiap musyawarah harus dilandasi sikap saling menghormati, mengedepankan hikmah, dan mengutamakan kemaslahatan bersama.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore