Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 Juni 2026 | 23.01 WIB

Soroti Konbes dan Munas, NU Diminta Tidak Dimanfaatkan Untuk Kepentingan Politik

Ilustrasi Nahdlatul Ulama. PBNU belum lama ini memberikan pendidikan HAM bagi para mahasiswa dan santri senior. Itu dilakukan agar nilai-nilai HAM dapat diimplementasikan dalam segala aspek kehidupan - Image

Ilustrasi Nahdlatul Ulama. PBNU belum lama ini memberikan pendidikan HAM bagi para mahasiswa dan santri senior. Itu dilakukan agar nilai-nilai HAM dapat diimplementasikan dalam segala aspek kehidupan

JawaPos.com - Pengasuh Pondok Pesantren Sembilangan, Bangkalan, Madura, Muhammad Shofwan Taj menyoroti jalannya Konbes dan Munas NU di Ploso, Kediri, Jawa Timur. Menurutnya terdapat pihak-pihak yang menunjukan sikap tidak pantas demi kepentingan sendiri.

Lora Shofwan menilai tindakan seperti ini seperti premanisme. Mereka dianggap mengabaikan adab yang dijunjung oleh kelompok pesantren.

“Salah satunya terlihat saat sidang pleno III konbes dan munas NU di Ploso. Bagaimana para preman organisasi bermanuver dihadapan para masyayikh NU dan sesepuh pesantren. Tanpa adab dan unggah-ungguh santri, mereka meluapkan pikiran dan sikap emosional,” kata Shofwan, Rabu (24/6).

Dia mengingatkan tokoh NU harus bersikap bijak di ruang publik. Sebab, mereka akan menjadi contoh banyak pihak.

“Tidak hanya yang muda-muda, yang tua pun bertindak, sama. Padahal, mereka tokoh di lingkungan NU, dan memiliki pengikut tidak sedikit. Bila itu ditiru generasi berikutnya, awan gelap akan terus menyelimuti NU,” tambahnya.

Shofwan mengatakan, pragmatisme tidak boleh ditonjol di dalam NU. Sebab, akan merusak moral jam’iyyah.

“Kalau sudah seperti ini, Hadratussyeikh KH M. Hasyim Asy’ari telah mengingatkan dalam fatwanya di kitab ‘tanbih an-nahdliyyin’ karya KH Imam Zarkasyi Junaidi, Banyuwangi tentang kerusakan NU bila pragmatisme meluas didalam jam’iyyah,” imbuhnya.

Baginya, NU bisa mengalami kerusakan bila pemimpinnya hanya berorientasi kepada  kekuasaan. NU harus dikembalikan kepada niat awal pendiriannya sebagai organisasi kemasyarakatan.

“NU sekarang tidak lagi menjadi civil society atau pusat keseimbangan strategis yang hidup ditengah masyarakat; yang berkhidmah melayani keluh kesah rakyat demi kemashalatan umat,” tegasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore