
Ilustrasi palu hakim
JawaPos.com - Komisi Yudisial (KY) bersama Mahkamah Agung (MA) kembali menggelar sidang Majelis Kehormatan Hakim (MKH) terhadap hakim terlapor berinisial IWS, yang sebelumnya bertugas di Pengadilan Negeri (PN) Cilacap dan kini diperbantukan sebagai hakim yustisial di Pengadilan Tinggi Jawa Tengah. Sidang berlangsung di Gedung MA, Jakarta, Selasa (9/6).
Dalam putusannya, MKH menjatuhkan sanksi berupa pemberhentian tetap dengan hak pensiun kepada IWS. Putusan tersebut lebih ringan dibanding rekomendasi Badan Pengawasan (Bawas) MA yang sebelumnya mengusulkan pemberhentian tetap dengan tidak hormat.
“Menjatuhkan sanksi terhadap terlapor (IWS) dengan pemberhentian tetap dengan hak pensiun,” kata Ketua Sidang MKH, Hakim Agung Hamdi, sebagaimana dikutip Rabu (10/6).
Baca Juga:7 Kebiasaan yang Perlu Dihindari Jika Ingin Menjadi Versi Terbaik dari Dirimu Menurut Psikologi
Kasus ini bermula ketika IWS, saat masih bertugas di PN Cilacap pada 2023, menerima uang sebesar Rp 15 juta dari seorang advokat yang menangani perkara di persidangan tempat IWS menjadi hakim pengganti.
Selain itu, IWS juga diketahui berupaya mempertemukan salah satu pihak berperkara dengan Ketua Majelis Hakim ASS di luar persidangan. ASS sendiri sebelumnya telah dijatuhi sanksi pemberhentian tetap dengan hak pensiun dalam sidang MKH pada 26 Mei 2026.
Tak hanya itu, IWS juga disebut menjanjikan bantuan dalam penanganan perkara dengan meminta dan meminjam sejumlah uang kepada advokat di Cilacap. Berdasarkan hasil pemeriksaan Bawas MA, IWS juga diduga melakukan perbuatan asusila yang dinilai mencoreng martabat hakim.
Dalam pertimbangannya, MKH menyatakan tidak menemukan fakta atau keterangan baru dalam persidangan yang dapat mengubah hasil pemeriksaan Bawas MA. Majelis juga menilai tidak ada hal yang cukup meringankan terkait keterlibatan IWS dalam perkara yang berkaitan dengan ASS.
Namun demikian, MKH mempertimbangkan sejumlah faktor yang meringankan, di antaranya IWS memiliki tanggungan keluarga dengan istri yang tidak bekerja serta telah mengabdi selama 33 tahun sebagai hakim. Atas dasar itu, statusnya sebagai pegawai negeri sipil (PNS) masih dipertahankan.
“Memutuskan, satu, menerima pembelaan diri terlapor untuk sebagian. Dua, memperbaiki Nota Dinas Ketua Kamar Bawas MA terhadap terlapor IWS menjadi sanksi berat berupa pembebasan terlapor dari jabatan sebagai hakim,” tegasnya.
Sementara, merujuk sidang pembelaan, IWS mengakui telah menerima uang Rp 15 juta dari advokat yang berperkara. Namun, ia menyebut sebagian uang tersebut sudah dikembalikan sebelum pemeriksaan oleh Bawas MA dilakukan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Sevilla vs Valencia di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Amankan 3 Poin!
Prediksi Skor Union Berlin vs Schalke 04 di Liga Jerman: Kans Die Knappen Bikin Tuan Rumah Terpukul
Prediksi Skor Garudayaksa vs Persik di Super League: Tuan Rumah Tak Ingin Malu di Kandang!
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Susunan Pemain Garudayaksa FC vs Persik Kediri: Septian David Incar Kemenangan!
Prediksi Skor Crystal Palace vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Eagles Berpeluang Pesta Gol
Prediksi Skor Bournemouth vs Brentford di Liga Inggris: Laga Sengit Berpotensi Imbang di Vitality
Prediksi Skor Aston Villa vs Nottingham Forest di Liga Inggris: Kans The Villa Menang Tipis
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022