Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 Juni 2026 | 23.36 WIB

Ikut Aksi di Depan Kantor BGN, Celios: Ganti Pimpinan Cuma Ganti Pemain!

Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira saat ikut aksi protes di depan Kantor BGN, Jakarta, Rabu (10/6). (Dimas Choirul/Jawapos.com) - Image

Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira saat ikut aksi protes di depan Kantor BGN, Jakarta, Rabu (10/6). (Dimas Choirul/Jawapos.com)

JawaPos.com – Direktur Eksekutif Center of Economics and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, menilai pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) belum mampu menjawab berbagai persoalan yang membelit pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebab, perubahan yang terjadi hanya pada level kepemimpinan, sementara tata kelola program dinilai belum mengalami perbaikan.

Hal tersebut disampaikan Bhima saat ikut aksi dengan sejumlah kelompok masyarakat sipil yang tergabung dalam MBG Watch di depan Kantor BGN, Jakarta, Rabu (10/6).

"Tidak bisa (memperbaiki). Karena kita melihat pergantian pimpinan MBG ini hanya pergantian pemain, sementara tata kelola Perpres MBG-nya juga tidak diperbaiki. Jadi sebenarnya tidak ada yang berubah dari Makan Bergizi Gratis ini," katanya kepada JawaPos.com.

Bhima juga meragukan klaim efisiensi anggaran yang disebut Kepala BGN Nanik S Deyang, termasuk moratorium pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun wacana pemanfaatan kantin sekolah dan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Menurut dia, ukuran efisiensi baru dapat dilihat secara jelas melalui perubahan postur anggaran negara. 

"Pertanyaannya, sampai sekarang belum ada APBN Perubahan yang secara eksplisit memotong dana MBG," ujarnya.

Ia menambahkan, berbagai skema penghematan yang diwacanakan pemerintah belum cukup untuk meyakinkan publik.

"Belum bisa. Itu harus dibahas dalam APBN Perubahan. Selama tidak ada APBN Perubahan, susah bagi masyarakat untuk percaya bahwa telah terjadi efisiensi dari program MBG tersebut," pungkas Bhima.

Sebab itu, Bhima mengatakan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG menjadi hal yang mendesak dilakukan pemerintah. Menurut dia, program tersebut tidak hanya membebani fiskal negara, tetapi juga menimbulkan sejumlah risiko ekonomi.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore