Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 Juni 2026 | 06.30 WIB

Wamenlu Arif Havas Oegroseno Beri Wejangan kepada Anak Muda, Ingatkan Pentingnya Laut untuk Masa Depan

Wamenlu Arif Havas Oegroseno saat berbicara dalam Youth ESG in Maritime Innovation Challenge 2026. Dia menekankan pentingnya laut bagi negara-negara kawasan Asia Tenggara. (Blue Ocean Academy) - Image

Wamenlu Arif Havas Oegroseno saat berbicara dalam Youth ESG in Maritime Innovation Challenge 2026. Dia menekankan pentingnya laut bagi negara-negara kawasan Asia Tenggara. (Blue Ocean Academy)

JawaPos.com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bersama Sampoerna University dan Blue Ocean Academy sukses menghelat Youth ESG in Maritime Innovation Challenge 2026. Kepada anak-anak muda Indonesia yang terlibat dalam program tersebut, Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arif Havas Oegroseno menyampaikan wejangan. Dia menekankan pentingnya laut untuk masa depan.

Menurut Havas, butuh aksi nyata dari generasi muda di Indonesia dan Asia Tenggara untuk melalui tekanan terhadap lingkungan maritim di kawasan belakangan ini. Dia mengingatkan, laut bukan sekedar bentangan air belaka, melainkan urat nadi kehidupan bagi masyarakat di kawasan. Sebab, 70 persen Asia Tenggara adalah lautan.

”Saya percaya anda sangat sadar bahwa laut adalah bagian penting dari hidup kita. 70 persen bagian dari bumi dan hampir 70 persen kawasan Asia Tenggara adalah laut,” kata dia dikutip dari keterangan resmi pada Senin (8/6).

Havas pun menyebutkan negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Myanmar, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Filipina. Semua punya lautan. Hanya Laos yang tidak memiliki laut. Maka tidak heran bila negara-negara di Kawasan Asia Tenggara bergantung pada laut dengan level ketergantungan yang luar biasa sangat tinggi.

”Jika kita bicara tentang Indonesia, saya pikir 60 persen masyarakat tinggal di wilayah pesisir dan sepanjang garis pantai,” ujarnya.

Di saat yang sama, negara-negara di kawasan menghadapi ancaman serius terhadap kekayaan maritim. Diantaranya isu sampah plastik, kerusakan terumbu karang, sampai deforestasi mangrove. Untuk itu, Kemlu mendukung platform Youth ESG in Maritime Innovation Challenge yang menantang peserta dari berbagai negara merumuskan solusi berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG).

Havas menyebut, inovasi dari pemikiran generasi muda harus mampu menerjemahkan 3 pilar tersebut secara konkret, khususnya di sektor maritim. Dia menyebut, environmental bermakna melindungi lingkungan maritim dari berbagai kerusakan, social berarti melindungi kesejahteraan masyarakat yang hidup dan bergantung pada kesehatan laut, dan governance untuk membangun kepercayaan melalui sistem tata kelola pemerintahan yang kuat.

”Dengan melindungi lingkungan, masyarakat, dan membangun kepercayaan melalui tata kelola yang kuat, kita akan dapat menciptakan ekosistem yang baik bagi lingkungan maritim kita,” terang dia.

Masih dalam keterangan yang sama, Sora Lokita sebagai asisten deputi di Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan kewilayahan menyatakan, pemerintah dan industri tidak akan bisa bergerak sendiri dalam menghadapi isu maritim yang semakin kompleks di Asia Tenggara. Menurut dia, butuh cara baru dan keterlibatan penuh generasi muda untuk menyelamatkan masa depan laut regional.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore