Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Mei 2026 | 21.08 WIB

BGN Berlakukan Evaluasi KPI SPPG Lewat Pantauan Aplikasi 'Reviu MBG Secara Real Time

Rumah di Jalan Teluk Kumai Timur Nomor 83 A, Kecamatan Pabean Cantian, Kota Surabaya, yang sebelumnya ditempati Kakek Wawan, kini berubah menjadi dapur MBG. (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Rumah di Jalan Teluk Kumai Timur Nomor 83 A, Kecamatan Pabean Cantian, Kota Surabaya, yang sebelumnya ditempati Kakek Wawan, kini berubah menjadi dapur MBG. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Badan Gizi Nasional (BGN) memberlakukan penilaian atau key performance indicator (KPI) bagi seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Indikator penilaian ini diambil dari laporan oleh penerima manfaat di dalam sistem aplikasi Reviu 'Makan Bergizi Gratis (MBG)'. 

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya mengatakan, hasil penilaian tersebut nantinya akan menjadi indikator evaluasi atau KPI masing-masing SPPG.

BGN berharap sistem evaluasi berbasis penerima manfaat ini dapat mendorong seluruh pelaksana program lebih serius dalam menjaga kualitas MBG serta meminimalisir potensi kejadian menonjol terkait konsumsi makanan.

“Dengan adanya penilaian ini, kami berharap awareness seluruh pelaksana semakin meningkat sehingga kejadian-kejadian menonjol terkait konsumsi MBG tidak terulang kembali,” kata Sony dalam keterangannya, dikutip Kamis (28/5).

Meski demikian, Sony menegaskan bahwa pada tahap awal implementasi, aplikasi Reviu MBG belum digunakan sebagai dasar pemberian sanksi kepada SPPG.

Menurutnya, fokus utama BGN saat ini adalah membangun budaya evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan secara bertahap.

“Belum ada sanksi. Saat ini fokusnya awareness dulu. Kalau awareness sudah meningkat, diharapkan tidak perlu sampai ada sanksi,” ujarnya.

BGN juga memastikan bahwa aplikasi ini belum melibatkan lembaga eksternal seperti BPOM karena sifatnya merupakan penilaian langsung terhadap makanan yang diterima oleh penerima manfaat.

Selain itu, BGN tengah menyiapkan dashboard pemantauan yang nantinya dapat diakses publik untuk melihat tingkat ketepatan distribusi dan kualitas MBG di berbagai wilayah.

“Insya Allah dua minggu ke depan masyarakat sudah bisa melihat prosentase keterlambatan, prosentase aroma baik atau tidak baik melalui dashboard,” Ujar Sony.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore