Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 Mei 2026 | 23.40 WIB

Fokus Benahi Kualitas Program MBG, 'Nyawa' Dapur SPPG di Tangan Pengawas Gizi dan Jurutama Masak

Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang menegaskan kualitas Program MBG bergantung pada pengawas gizi dan juru masak. (Istimewa) - Image

Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang menegaskan kualitas Program MBG bergantung pada pengawas gizi dan juru masak. (Istimewa)

JawaPos.com - Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa keberhasilan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sangat bergantung pada peran Pengawas Gizi dan Jurutama Masak di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan selama ini para petugas dapur justru jarang dilibatkan dalam kegiatan sosialisasi, pendidikan, dan pelatihan yang diselenggarakan BGN.

“Diteruskan atau tidaknya Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) ini, sesungguhnya ada di tangan anda semua,” kata Nanik dalam acara Sosialisasi Keamanan Pangan untuk Pengawas Gizi dan Jurutama Masak SPPG se-Provinsi DKI Jakarta di Jakarta, Sabtu (23/5/2026).

Menurut Nanik, pada 2026 Program MBG akan lebih difokuskan pada aspek keamanan pangan atau food safety. Karena itu, BGN menggencarkan pelatihan terkait gizi dan tata kelola memasak bagi Pengawas Gizi dan Jurutama Masak di seluruh Indonesia.

Langkah tersebut dinilai penting agar pengelola dapur memahami proses memasak yang aman, sehat, dan sesuai standar.

Nanik juga mengungkapkan keprihatinannya setelah melakukan inspeksi mendadak di berbagai dapur SPPG di sejumlah daerah. Ia menyebut banyak dapur SPPG saat ini jauh dari konsep awal yang dirancang Presiden.

“Presiden menghendaki agar dapur SPPG adalah bangunan baru. Tapi pada pelaksanaannya, sekitar 80 persen dapur berasal dari bangunan eksisting seperti rumah, café, rumah makan, dan ruko,” ujarnya.

Menurutnya, banyak bangunan tersebut tidak memenuhi petunjuk teknis terkait luas dan layout dapur sehingga alur kerja menjadi tidak ideal dan berpotensi menimbulkan kontaminasi silang.

“Kalau toh itu rumah, seharusnya tetap mengikuti juknis, bukan juknis mengikuti rumah,” tegas mantan jurnalis senior tersebut.

Nanik juga menyoroti masih banyak dapur SPPG yang beroperasi dengan ukuran jauh di bawah standar. Dalam petunjuk teknis, luas dapur ideal ditetapkan sekitar 400 meter persegi.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore