
Ilustrasi poster nobar film pesta babi. (IG/Watchdog).
JawaPos.com - Setelah sukses diputar di ribuan titik, film dokumenter kontroversial Pesta Babi–Kolonialisme di Zaman Kita kini resmi bisa dinikmati oleh masyarakat luas secara gratis. Film yang menyoroti perjuangan Masyarakat Adat Papua ini telah resmi mengudara di platform digital.
Peluncuran ini menjadi babak baru setelah sebelumnya menghadapi berbagai tantangan besar selama masa pemutaran mandiri di berbagai daerah.
Film dokumenter Pesta Babi kini resmi merambah ranah digital melalui kanal YouTube JubiTV atau mengunjungi link https://youtu.be/MpdrWgDRVf8?si=ScdtG_PqSBTw_ge_ .
Pengumuman resmi ini dilakukan langsung di aula Gereja Katolik Kristus Terang Dunia, Jayapura, Papua, dengan tombol publikasi yang ditekan oleh Vincen Kwipalo, salah satu narasumber adat dalam film tersebut.
Langkah digitalisasi ini diambil untuk memperluas jangkauan penonton sekaligus memicu dialog yang lebih masif.
"Film ini pertama kali diputar ‘di rumahnya’ di Papua pada awal Maret lalu, sebelum berkelana menjumpai banyak penonton karena inisiatif mandiri dan penuh nyali dari para penyelenggara nobar di berbagai tempat. Kini dari Tanah Papua pula film ini resmi kami publikasikan," ujar Yuliana Lantipo dari Jubi Media dalam keterangannya, Jumat (22/5).
Garapan Sutradara Kondang dan Kolaborasi Lintas Organisasi
Sinopsis Pesta Babi merekam realitas pahit mengenai dugaan eksploitasi alam, perampasan tanah, hingga operasi militer di Papua selama enam dekade terakhir.
Proyek Strategis Nasional (PSN) berupa lumbung pangan dan energi seluas 2,5 juta hektare di selatan Papua dituding menjadi pemicu utama babatnya hutan adat milik suku Malind, Yei, Awyu, dan Muyu.
Dokumenter akademik dan etnografi ini merupakan buah karya dari sutradara Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Jehan Paju Dale. Produksinya melibatkan kolaborasi besar antara:
Perjalanan film Pesta Babi sebelum tayang di YouTube penuh dengan kerikil tajam. Selama 40 hari masa nonton bareng (nobar) yang dimulai sejak 12 April, antusiasme publik sangat tinggi dengan catatan 15.000 pendaftar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022