
Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid. (Jawa Pos)
JawaPos.com - Amnesty International Indonesia menegaskan penangkapan sembilan warga negara Indonesia (WNI) oleh militer Israel dalam misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina, merupakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan bentuk pelanggaran terhadap hukum kemanusiaan internasional.
Amnesty mendesak pemerintah Indonesia untuk segera mengambil langkah nyata demi melindungi para WNI, sekaligus menghentikan berbagai pelanggaran yang terjadi di Gaza dan wilayah pendudukan Palestina.
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid, menyampaikan solidaritas kepada keluarga korban yang hingga kini masih menunggu kepastian kondisi anggota keluarga mereka. Menurutnya, ketidakjelasan informasi di tengah situasi konflik menjadi beban psikologis yang sangat berat bagi keluarga para relawan.
“Solidaritas kami bersama para keluarga korban penangkapan dan pencegatan paksa yang hingga saat ini masih menanti kabar tentang kondisi orang-orang yang mereka cintai. Belum adanya kabar dari orang tercinta tentu adalah beban yang sangat berat, terlebih di tengah situasi yang penuh risiko seperti ini," kata Usman Hamid kepada wartawan, Rabu (20/5).
Usman menilai, negara harus hadir secara penuh untuk memastikan keselamatan warga negaranya. Ia menekankan pentingnya transparansi informasi dan langkah perlindungan konkret dari pemerintah Indonesia dalam menghadapi situasi tersebut.
Ia menyebut, tindakan militer Israel yang melakukan pencegatan di perairan internasional terhadap kapal misi kemanusiaan sebagai bentuk tindakan represif yang tidak dapat dibenarkan.
“Pencegatan represif dan penangkapan oleh militer Israel di perairan internasional terhadap sembilan WNI dan ratusan relawan internasional dalam misi kemanusiaan ke Gaza ini jelas melanggar hak asasi manusia (HAM)," tegasnya.
Usman juga menilai, misi sipil internasional seperti Global Sumud Flotilla menjadi bukti bahwa komunitas internasional masih gagal mengambil tindakan tegas terhadap situasi kemanusiaan di Gaza. Ia menilai para relawan harus menghadapi ancaman besar akibat minimnya perlindungan internasional.
“Fakta bahwa misi-misi sipil seperti Global Sumud Flotilla ini harus terus berlayar menembus bahaya di bawah bayang-bayang ancaman pencegatan militer Israel, menjadi bukti nyata atas kegagalan sistemik komunitas internasional untuk bertindak tegas," tuturnya.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
