Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 Mei 2026 | 03.17 WIB

Modus Kiai Cabul di Pati, Ajak Santriwati Berhubungan Badan dengan Iming-Imingi Mujarab Sembuhkan Segala Penyakit

Korban kekerasan seksual oleh Ashari, kiai sekaligus pengasuh Salah seorang korban kekerasan seksual di Pondok Pesantren (Ponpes) Ndolo Kusumo, , Pati, Jateng, menemui Hotman Paris Hutapea di Jakarta pada Kamis (7/5). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com) - Image

Korban kekerasan seksual oleh Ashari, kiai sekaligus pengasuh Salah seorang korban kekerasan seksual di Pondok Pesantren (Ponpes) Ndolo Kusumo, , Pati, Jateng, menemui Hotman Paris Hutapea di Jakarta pada Kamis (7/5). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)

JawaPos.com - Anshari, kiai cabul di Pati, Jawa Tengah (Jateng) memainkan modus untuk mengelabui santriwati yang menjadi korbannya. Dia mengklaim, berhubungan badan mujarab menyembuhkan segala jenis penyakit. Baik penyakit hati maupun penyakit fisik.

Dewi Intan sebagai salah seorang dari Tim Hotman 911 mengungkapkan hal itu. Dia menyampaikan bahwa Anshari sebagai pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ndolo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Pati, menyampaikan kepada korban bahwa bersetubuh dengan dirinya bisa menyehatkan jiwa dan raga.

”Waktu awal dia merayu mereka (korban) dengan bilang bahwa hal ini (berhubungan badan) bisa melunturkan semua penyakit yang ada di dalam badan kamu, yaitu dengan berhubungan seperti itu,” ucap Dewi pada Kamis (7/5).

Keterangan itu disampaikan oleh Dewi saat salah seorang korban bersama orang tua, penasihat hukum, dan mantan pegawai di ponpes tersebut menemui pengacara kondang Hotman Paris Hutapea di Kelapa Gading, Jakarta Utara (Jakut), sore hari ini.

”Menghilangkan semua penyakit, penyakit hati, penyakit segala-gala dan yang ada di dalam tubuh dia (korban),” lanjut Dewi.

Jika korban menolak ajakan pelaku, maka yang dialami oleh korban adalah tindak kekerasan. Pelaku tidak segan memukul-mukul kepala korban. Dewi memastikan hal itu karena sudah berbincang dengan salah seorang korban yang menemui Hotman Paris secara langsung.

”Kalau misalnya mereka menolak, itu biasanya juga sesekali dilakukan kekerasan dengan memukul kepala, betul?” tanya dia kepada korban.

Pertanyaan itu lantas dijawab dengan anggukan oleh korban. Selain melakukan tindak kekerasan, pelaku juga akan langsung mencari santriwati pengganti bila ada yang menolak ajakannya untuk melakukan persetubuhan. Kondisi itu terus terjadi selama bertahun-tahun.

”Jadi seperti itu, terus bergilir selama bertahun-tahun,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Hotman mengungkapkan, jika cerita korban diungkap secara terang-benderang akan sangat vulgar. Karena itu, pihaknya hanya menyampaikan inti dari perbuatan cabul pelaku kepada korban. Menurut pengakuan korban, perbuatan itu dilakukan selama 3 tahun. Para korban enggan bukan suara karena kerap mendapat perlakuan kasar bila menolak kemauan pelaku.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore