Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai buka suara soal polemik pembentukan tim asesor bagi para pembela HAM. Pasalnya, rencana kebijakan sertifikasi bagi para aktivis itu menuai kritik dari sejumlah lembaga HAM.
Pigai menegaskan, narasi yang beredar di publik keliru. Ia mengklaim, fokus pemerintah justru pada perlindungan hukum bagi pembela HAM.
"Judul yang beredar itu keliru dan bisa menimbulkan persepsi yang salah. Saya justru sedang memastikan pelindungan maksimal untuk pembela HAM supaya mereka tidak bisa dipidana," kata Pigai kepada wartawan, Jumat (1/5).
Menurut Pigai, perlindungan hanya diberikan kepada pihak yang membela kepentingan publik, khususnya kelompok rentan, tanpa kepentingan pribadi atau komersial.
"Kalau dia membela orang kecil, kaum lemah yang mau berjuang atas keadilan, baru dia kebetulan pembela HAM, maka ditetapkan pembela HAM," tegasnya.
Kritik terhadap wacana pembentukan tim asesor bagi aktivis HAM sebelumnya dilontarkan Amnesty International Indonesia. Deputi Direktur Amnesty International Indonesia, Wirya Adiwena, menegaskan negara tidak memiliki legitimasi moral maupun hukum untuk menentukan siapa yang boleh atau tidak sebagai pembela HAM.
"Ketika pemerintah mengambil alih sepihak kewenangan ini, yang terjadi bukanlah perlindungan melainkan penguasaan dan monopoli ruang sipil," ucap Wirya dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4).
Ia menegaskan, rencana kebijakan yang disuarakan Menteri HAM Natalius Pigai dinilai sebagai upaya pemerintah untuk menyeleksi penelitian khusus (Litsus) seperti masa Orde Baru, yang bertujuan menyeleksi warga negara yang tidak sejalan dengan kepentingan penguasa.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
