
Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid. (Jawa Pos)
JawaPos.com - Amnesty Amnesty International Indonesia menyoroti situasi Hak Asasi Manusia (HAM) tingkat global yang mengalami kemunduruan. Hal itu terlihat dari kondisi yang semakin tidak aman bagi perlindungan hak-hak dasar manusia, terutama akibat sikap negara-negara kuat dan korporasi besar yang secara terbuka mengabaikan prinsip HAM.
"Situasi hak asasi manusia (HAM) secara global memasuki era yang paling berbahaya karena sejumlah negara-negara kuat dan korporasi-korporasi besar mengambil sikap-sikap anti hak asasi manusia secara gamblang, menyerang sistem multilateralisme dan hukum internasional, termasuk hukum internasional hak asasi manusia," kata Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (21/4).
Menurutnya, tren global tersebut tidak hanya bersifat sporadis, tetapi menunjukkan pola yang semakin sistemik. Bahkan, meningkatnya tekanan terhadap sistem peradilan internasional yang berpotensi melemahkan fondasi perdamaian, persaudaraan bangsa-bangsa, dan kemanusiaan internasional.
"Sementara itu, di tingkat nasional juga mengalami kecenderungan yang serupa sepanjang tahun 2025 hingga awal tahun 2026, misalnya serangan predatoris atas hak asasi manusia semakin menguat melibatkan aktor negara maupun juga aktor non-negara," tuturnya.
Ia pun menyoroti bahwa kekerasan terhadap pembela HAM meningkat signifikan. Menurutnya, terdapat puluhan hingga ratusan kasus serangan terhadap aktivis sepanjang 2025.
"Situasi ini berlanjut pada tahun 2026 kuartal pertama, di mana aktivis hak asasi manusia mengalami serangan yang cukup brutal yang bisa dikatakan menjadi semacam yang terburuk dalam satu tahun terakhir ini," bebernya.
Menurut Usman, fenomena tersebut tidak bisa dilepaskan dari menguatnya praktik otoritarianisme global.
“Kenapa kita katakan ini adalah satu tren predatoris yang menyerang sistem hukum dan sistem perlindungan masyarakat sipil di tingkat global? Karena ada penguatan praktik-praktik otoritarian di sejumlah negara-negara besar,” jelasnya.
Ia juga menilai bahwa dunia tengah menyaksikan kemunduran serius dalam sistem hukum internasional. Sejumlah konflik global turut memperburuk situasi HAM.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Elche di Liga Spanyol 2026/2027: Tuan Rumah Kunci 3 Poin!
Prediksi Skor Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Sengit, Berakhir Imbang?
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol: Babazorros Bisa Buat Kejutan
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Kronologi Kericuhan di Pejompongan yang Tewaskan Lansia dan Bikin Pelajar Babak Belur
Prediksi Skor Fulham vs AFC Wimbledon di EFL Cup 2026/2027: Misi Bangkit The Cottagers
Tak Terbukti Terima Uang dan Perkaya Diri Sendiri, Eks Kabaranahan Kemhan Tetap Dihukum 2,5 Tahun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete di Kualifikasi Liga Europa 2026/2027: Kans Lolos O Ómilos!
