
sosialisasi bertajuk “Bersama Melawan Perdagangan Orang: Kolaborasi Lintas Sektor dalam Melindungi Perempuan dan Anak” pada Rabu (15/04) di Hotel JW Marriott Surabaya. (Istimewa).
JawaPos.com - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Bersama Melawan Perdagangan Orang: Kolaborasi Lintas Sektor dalam Melindungi Perempuan dan Anak” pada Rabu (15/04) di Hotel JW Marriott Surabaya. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 peserta dari jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Imigrasi serta lembaga pelatihan kerja di wilayah Jawa Timur.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), khususnya terhadap kelompok rentan seperti perempuan dan anak.
Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Intelijen Keimigrasian Direktorat Jenderal Imigrasi, Agus Waluyo. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa Jawa Timur merupakan salah satu kantong utama Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang memiliki kontribusi signifikan terhadap devisa negara, namun juga memiliki kerentanan tinggi terhadap kejahatan lintas negara seperti TPPO dan penyelundupan manusia.
“Perkembangan modus kejahatan yang semakin kompleks, termasuk melalui jalur digital dan perekrutan ilegal, menuntut adanya penguatan kolaborasi lintas sektor hingga ke tingkat desa,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, Imigrasi terus memperkuat program Desa Binaan Imigrasi (DBI) dan Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA), yang berfokus pada deteksi dini, pengawasan, edukasi masyarakat, serta penegakan hukum.
Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi terkait, antara lain Ganis Setyaningrum dari Polda Jawa Timur, Sofie Puspitasari dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK), serta Kadir dari BP3MI Jawa Timur.
Direktur Intelijen Keimigrasian Direktorat Jenderal Imigrasi, Agus Waluyo saat membuka kegiatan sosialisasi bertajuk “Bersama Melawan Perdagangan Orang: Kolaborasi Lintas Sektor dalam Melindungi Perempuan dan Anak” pada Rabu (15/04) di Hotel JW Marriott Surabaya. (Istimewa).
Dalam paparannya, Ganis Setyaningrum menegaskan bahwa TPPO merupakan kejahatan serius yang masih marak terjadi, khususnya terhadap PMI. Modus yang digunakan semakin beragam, mulai dari penipuan, penyalahgunaan dokumen, hingga eksploitasi berbasis digital seperti online scamming. Oleh karena itu, diperlukan penguatan deteksi dini serta peran aktif seluruh pihak dalam upaya pencegahan.
Sementara itu, Sofie Puspitasari menekankan pentingnya pendekatan komprehensif dalam penanganan TPPO, mulai dari aspek pencegahan, penanganan korban, hingga reintegrasi sosial. Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memastikan perlindungan terhadap korban berjalan optimal.
Di sisi lain, Kadir menjelaskan bahwa tata kelola penempatan dan pelindungan PMI harus dilakukan secara terstruktur sesuai regulasi yang berlaku. BP3MI berperan sebagai unit layanan terpadu yang memfasilitasi penempatan, pelindungan, serta penyelesaian permasalahan PMI secara terintegrasi.
Diskusi yang berlangsung dalam kegiatan ini juga menyoroti pentingnya early warning system, penguatan koordinasi antarinstansi, serta peningkatan kesadaran masyarakat sebagai langkah strategis dalam mencegah TPPO sejak dini.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
