
Aksi solidaritas untuk Andrie Yunus. (Istimewa)
JawaPos.com - Ketua Badan Pengurus Centra Initiative, Al A’raf, mendorong pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis hak asasi manusia (HAM), Andrie Yunus, dilakukan hingga ke level komando tertinggi. Ia menegaskan, pengungkapan kasus ini tidak boleh berhenti hanya pada empat aktor lapangan.
Sejauh ini, terdapat empat aktor lapangan dari Bais TNI yang diduga melakukan penyiraman air keras. Mereka di antaranya berinisial NDP, SL, BHW, dan ES.
Hal tersebut disampaikan Al A’raf dalam diskusi publik bertema “Relasi Strategis Kementerian Pertahanan dan BAIS TNI dalam Desain Intelijen Nasional: Garis Koordinasi, Kelembagaan, dan Perlindungan HAM di Indonesia” di Jakarta, Kamis (9/4).
“Saya melihat ada gejala state terrorism. Pertanyaannya, sejauh mana keterlibatan itu? Apakah hanya sebatas empat orang tersebut, atau ada pihak lain yang lebih tinggi?” kata Al A’raf.
Ia menjelaskan, jika dicermati lebih dalam, kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus tidak mungkin hanya melibatkan empat aktor lapangan yang diduga berasal dari BAIS TNI. Menurutnya, tidak ada operasi intelijen yang berjalan tanpa struktur atau rantai komando yang jelas.
“Saya tidak yakin empat orang itu memiliki motif pribadi terhadap Andrie Yunus. Mereka tidak punya kepentingan langsung terhadap kerja-kerja publik yang dilakukan Andrie. Justru pihak yang memiliki motif adalah apa yang saya sebut sebagai state terrorism,” ucapnya.
Al A’raf menilai, dugaan tersebut berkaitan dengan aktivitas advokasi yang dilakukan Andrie Yunus, seperti advokasi RUU TNI dan pendampingan korban pelanggaran HAM. Karena itu, ia menegaskan bahwa Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI patut dimintai pertanggungjawaban hingga ke level komando yang lebih tinggi.
“Menurut saya, itu harus diperiksa,” tegasnya.
Sementara itu, pakar militer dan geopolitik, Connie Rahakundini Bakrie, menegaskan bahwa intelijen strategis seharusnya tidak hanya menjadi alat pertahanan negara, tetapi juga berfungsi sebagai penjaga demokrasi dan hak asasi manusia.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
