
Tim Investigasi Independen Beber Dugaan Keterlibatan 16 Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus. (Syahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) bersama Tim Investigasi Independen membeber dugaan keterlibatan 16 pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus pada 12 Maret lalu. Informasi tersebut diungkap setelah TAUD membuat laporan kepolisian di Bareskrim Polri pada Kamis (9/4).
Dalam laporan hasil investigasi tersebut, disampaikan bahwa belasan terduga pelaku tersebut memiliki tugas yang berbeda-beda. Secara umum ada 4 tim yang teridentifikasi. Yakni tim eksekusi berjumlah 5 orang, tim pengintai jarak dekat 5 orang, tim komando 3 orang, dan tim pengintai jarak jauh 3 orang. Mereka muncul dalam rekaman CCTV di sekitar kantor YLBHI.
”Beberapa temuan-temuan ini kami dasari terutama pada beberapa hal, termasuk rekaman-rekaman CCTV yang berhasil kami temukan, yang kami peroleh menggunakan pemetaan terbalik,” kata Ravio Patra.
Merujuk hasil investigasi tersebut, belasan terduga pelaku itu tampak berkumpul sebelum peristiwa penyiraman air keras terjadi. Pada rekaman CCTV yang ditunjukkan kepada awak media, belasan orang itu terlihat saling berkomunikasi dan berkoordinasi. Menurut Ravio itu dilakukan untuk membagi tugas dan posisi sebelum aksi penyerangan dilakukan.
Belasan terduga pelaku tersebut, kata Ravio, ada yang sudah teridentifikasi ada yang belum. Namun saat ini pihaknya menyebut mereka sebagai orang tidak dikenal atau OTK. Persisinya OTK 1-OTK 16. Dia menyatakan bahwa di antara terduga pelaku tersebut ada pihak sipil. Sehingga tidak seluruhnya berlatar belakang militer atau TNI.
”Kemudian ini yang perlu kami tekankan juga, sebagai Tim Investigasi masyarakat sipil berbekal sangat terbatas dengan alat-alat yang tentu tidak secanggih pihak berwenang, kami harus menyampaikan kepada TAUD bahwa ada indikasi kuat keterlibatan sipil dalam operasi ini,” imbuhnya.
Ravio menyampaikan bahwa pihaknya memang mendapati indikasi keterlibatan sejumlah pelaku betul adalah perwira militer. Itu sesuai dengan pernyataan dalam konferensi pers Polda Metro Jaya dan Puspom TNI. Namun demikian, dia menyatakan ada OTK lain. Di antara mereka, TAUD dan tim investigasi meyakini ada pihak sipil.
”OTK 16 helm kuning sudah kami telusuri juga diduga merupakan sipil berdasarkan kepemilikan sepeda motor,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Puspom TNI melimpahkan berkas berkas, tersangka, dan barang bukti kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus pada Selasa (7/4). Pelimpahan dilakukan setelah seluruh rangkaian penyidikan selesai dilakukan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022