Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono, usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi dugaan suap ijon proyek Bupati Bekasi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. (Ridwan/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, menyikapi penggeledahan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Kamis (2/4). Penggeledahan itu menyasar rumah Ono Surono yang berlokasi di Indramayu, Jawa Barat
Pengacara Ono Surono, Sahali, menyebut bahwa penyidik KPK tidak membawa surat izin penggeledahan. Ia menegaskan, langkah paksa KPK itu telah menyalahi aturan yang tertuang di dalam KUHAP Baru.
"Pihak penyidik KPK lagi-lagi datang tanpa membawa surat izin penggeledahan dari ketua pengadilan negeri setempat sesuai ketentuan dalam KUHAP Baru Pasal 114 ayat 1," kata Sahali kepada wartawan, Jumat (3/4).
Ia menyesalkan sikap penyidik KPK yang menyita dokumen tidak berkaitan dengan kasus dugaan suap ijon proyek di Pemerintah Kabupaten Bekasi. Menurutnya, penyidik telag menyita buku kongres PDI Perjuangan tahun 2015.
"Penyidik juga menyita barang yang tidak ada kaitannya yaitu buku Catatan tahun 2010, Buku Kongres PDI Perjuangan 2015, dan satu buah HP samsung rusak," ujarnya.
Ia menuding, penyitaan itu melanggar KUHAP Baru, Pasal 113 ayat 3, yang menyatakan bahwa dalam melakukan penggeledahan, penyidik hanya dapat melakukan pemeriksaan dan/atau penyitaan barang bukti yang terkait dengan tindak pidana.
Karena itu, ia menyayangkan sikap penyidik KPK yang tidak profesional, memframing, serta seolah-olah menyita banyak barang dengan membawa koper. Padahal, hanya membawa dua buku agenda pribadi, buku partai dan satu HP samsung rusak di rumah yang ada Indramayu.
Ia tak memungkiri, penggeledahan itu merupakan langkah lanjutan penyidik KPK terhadap rumah Ono Surono. Penyidik KPK sebelumnya menggeledah rumah Ono yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat, pada Selasa (1/4).
"Dalam penggeledahan di Bandung, 1 April kemarin, uang arisan ditemukan di Lemari Pakaian Istri Ono Surono dan sudah dijelaskan bukti WA group tapi tidak dipedulikan oleh penyidik," pungkasnya.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
