
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Kementerian Sosial (Kemensos) bergerak cepat memastikan layanan kesehatan bagi masyarakat kecil tetap aman. Dalam pertemuan terbaru bersama BPJS Kesehatan dan Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI), disepakati bahwa proses reaktivasi kepesertaan bagi pasien penyakit kronis kini telah menyeluruh.
Langkah ini menjadi angin segar bagi ribuan pasien yang sempat khawatir karena status kepesertaan BPJS Kesehatan mereka dinonaktifkan sementara akibat proses pemutakhiran data.
Ketua Umum KPCDI, Tony Richard Samosir, menyampaikan apresiasi kepada Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Ia mengonfirmasi bahwa seluruh pasien cuci darah yang masuk dalam kategori Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) kini sudah bisa berobat dengan normal.
"Alhamdulillah, kita harus memuji juga kerja Kementerian Sosial, yang telah mereaktivasi, sehingga memang pada saat setelah rapat dengan DPR, seluruh peserta yang tadi dinonaktifkan, memang diaktifkan kembali kepesertaan PBI-nya, walaupun mereka telah berstatus mandiri, secara otomatis, kita apresiasi itu kepada Kementerian Sosial," ujar Tony usai audiensi di kantor Kemensos, Selasa (31/3).
Tony menekankan pentingnya perlindungan bagi pasien penyakit katastropik. Menurutnya, pasien cuci darah sangat rentan jatuh miskin jika jaminan kesehatannya terganggu karena biaya pengobatan yang sangat mahal.
"Karena seminggu, dua hingga tiga kali mereka harus cuci darah, selama seumur hidupnya, karena ini penyakit yang memang berbiaya besar, dan tidak akan pernah sembuh lagi," terangnya.
Jaminan Pelayanan Pasca-Lebaran
Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan Akmal Budi Yulianto memastikan, koordinasi rutin akan terus dilakukan setiap bulan. Tujuannya satu: menjamin pasien dengan penyakit berat tetap mendapatkan haknya tanpa kendala administrasi.
"Alhamdulillah hari ini pascalebaran, memastikan bahwa jaminan pelayanan kesehatan yang kemarin sempat tertunda akhirnya sudah dilakukan proses reaktivasi. Artinya sudah ada kepastian bahwa para peserta yang khususnya terindikasi katastrofik sudah terlayani dengan baik," kata Akmal.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Pemerintah Bakal Menata Guru, PGRI Sebut Ada Harapan Baru bagi Pendidikan Indonesia
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Ipswich vs Sunderland: The Black Cats Berpeluang Curi Poin di Portman Road
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
