
Tangkapan layar CCTV detik-detik aktivis KontraS Andrie Yunus disiram air keras di Salemba, Jakarta Pusat. (Istimewa)
JawaPos.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkapkan bahwa Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus membutuhkan waktu selama dua tahun untuk melakukan tahap pemulihan. Hal itu akibat luka bakar 20 persen yang dialami Andrie Yunus, dampak dari penyiraman air keras.
Hal ini diketahui Komnas HAM setelah mendatangi Rumah Sakit Cipto Mangungkusumo (RSCM), tempat Andrie Yunus menjalani perawatan medis. "Operasi masih terus berlanjut, dan akan berlangsung 6 bulan sampai 2 tahun ke depan untuk pemulihan 20 persen luka bakar tersebut," kata Komisioner Komnas HAM, Saurlin P. Siagian, di RSCM, Jakarta Pusat, Kamis (26/3).
Ia memastikan, seluruh pengobatan medis terhadap Andrie Yunus akan ditanggung oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). "Kemudian kami mendapat konfirmasi bahwa pembiayaan alhamdulillah di-cover oleh LPSK," tuturnya.
Ia pun menegaskan, pihaknya telah mengeluarkan surat keterangan bahwa Andrie Yunus merupakan pembela HAM. Menurutnya, surat itu penting agar Andrie Yunus mendapat akses perlindungan dari LPSK dan lainnya.
"Saudara AY sudah kita keluarkan surat keterangan sebagai pembela HAM. Itu banyak kegunaannya, termasuk untuk mengakses perlindungan dari LPSK dan beberapa hal yang lain, bahkan sampai nanti misalnya kalau proses ke peradilan, itu juga ada kegunaannya bagi saudara AY," bebernya.
Di sisi lain, Komisioner Komnas HAM Pramono Ubaid Tanthowi, menyatakan bahwa pihaknya telah meminta keterangan medis dari pihak RSCM terkait kondisi kesehatan Andrie Yunus dari awal mendapati perawatan. Menurutnya, rekam medis itu akan menjadi fakta-fakta dalam menyusun rekomendasi yang akan dikeluarkan Komnas HAM.
"Kami ingin mengetahui langkah-langkah yang sudah diambil sejak awal hingga saat ini, serta bagaimana rencana penanganan ke depan,” ujarnya.
Selain data rekam medis, lanjut Pramono, pihaknya juga terus menggali informasi dari pihak KontraS dan pihak-pihak lainnya. Bahkan, ia memastikan akan berkoordinasi dengan TNI guna mengusut peristiwa tersebut.
Mengingat, keempat terduga pelaku merupakan pihak dari Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI. Adapun, keempat terduga pelaku yakni berinisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES.
"Kita dengan semua pihak kita tetap berkoordinasi. Tapi soal permintaan keterangannya nanti akan kami sampaikan," pungkasnya.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
