
Presiden Prabowo memastikan kesepakatan dagang RI-AS tetap mengutamakan kepentingan nasional dengan klausul penyesuaian. (YT Prabowo Subianto)
JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen untuk terus membenahi aparat penegak hukum, termasuk TNI dan Polri. Dia melakukan itu untuk memperkuat fondasi negara dan meningkatkan kepercayaan publik. Karena itu, presiden memastikan tidak ada satupun yang kebal hukum.
Menurut Prabowo, reformasi sektor hukum yang dilakukan tidak hanya terbatas pada satu institusi, melainkan turut mencakup seluruh perangkat negara yang memiliki peran dalam penegakan hukum. Sehingga keinginannya melakukan transformasi bangsa dapat tercapai.
”Yang saya ingin lakukan adalah transformasi bangsa, saya ingin perbaiki kondisi bangsa itu semua termasuk di situ adalah alat-alat penegak hukum,” kata Prabowo dalam dialog bertajuk Presiden Prabowo Menjawab yang ditayangkan pada kanal YouTube Prabowo Subianto.
Baca Juga:8 Sifat Ini Jadi Tanda untuk Orang yang Suka Kopi Hitam Pahit Menurut Psikologi, Apa Saja?
Prabowo tegas menyatakan bahwa keberadaan lembaga penegak hukum yang profesional dan berintegritas menjadi syarat mutlak bagi negara jika ingin kuat dan berhasil. Dia menyebut, the rule of law adalah salah satu bagian penting dari suatu negara.
”Hukum, the rule of law, itu bagian penting daripada negara yang kuat dan berhasil,” ujarnya.
Karena itu, Prabowo juga memastikan tidak ada toleransi terhadap pelanggaran hukum, termasuk yang dilakukan oleh aparat negara. Dia mengingatkan bahwa tindakan oknum dapat merusak kepercayaan terhadap institusi secara keseluruhan. Maka aparat harus taat dan patuh pada hukum.
”Mungkin beberapa oknum dia punya power, dia bisa berbuat seenaknya, tapi ratusan ribu polisi yang lain terkena nama jeleknya,” ungkap dia.
Dalam ikhtiar melakukan pembenahan tersebut, Prabowo memastikan akan memberikan kesempatan kepada masing-masing institusi untuk melakukan perbaikan secara internal. Namun, apabila tidak ada perubahan, pemerintah akan mengambil langkah tegas.
”Saya pertama ingin memberi kesempatan tiap lembaga membersihkan diri. Kamu bisa perbaiki diri nggak? Kalau kau perbaiki diri saya kasih kesempatan,” imbuhnya.
Di luar itu, kepala negara menyoroti pentingnya pengawasan di lapangan, termasuk terhadap praktik-praktik ilegal yang seharusnya dapat dicegah oleh aparat. Misalnya dalam kasus tambang. Menurut dia, seharusnya aparat di daerah bisa melakukan pencegahan.

Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Harry Kane Cs Diprediksi Menang, Tapi Laga Berjalan Alot
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia 2026: El Tri Difavoritkan Lolos ke 16 Besar!
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Prediksi Susunan Pemain Timnas Prancis vs Swedia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Adrien Rabiot Waspadai Lini Serang Lawan
