Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 Maret 2026, 22.31 WIB

Korlantas Polri Maksimalkan Teknologi Digital untuk Kelola Arus Mudik dan Balik Tahun Ini

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyampaikan keterangan kepada awak media jelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. (Korlantas Polri) - Image

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyampaikan keterangan kepada awak media jelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. (Korlantas Polri)

JawaPos.com - Untuk mengelola arus mudik dan balik dengan baik, Korlantas Polri memaksimalkan teknologi digital. Teknologi tersebut dipakai dalam pemantauan pergerakan kendaraan secara real time. Dengan begitu, keputusan rekayasa lalu lintas diambil berdasar data yang akurat.

”Dan tahun 2026, untuk meningkatkan suksesi dari 2025 kemarin, kami sudah menggunakan teknologi digital untuk memantau bagaimana flow daripada traffic counting itu bisa dieksekusi,” ungkap Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho dalam keterangan resmi pada Kamis (12/3).

Agus memastikan, Korlantas Polri bersinergi dengan stakeholder lain untuk memantau traffic counting atau jumlah kendaraan yang melintas di sejumlah titik strategis, khususnya di jalan tol. Dengan begitu, kebijakan pengaturan lalu lintas itu berdasar pada parameter jumlah kendaraan yang terpantau langsung di lapangan.

”Contoh, ada 3,5 juta kendaraan yang melintas gate tol meninggalkan Pulau Jawa dan Sumatera. Itu bukan lagi kami pakai kira-kira atau prediksi, tetapi parameter jumlah kendaraan itu akan memutuskan kami akan melakukan rekayasa lalu lintas,” terang dia.

Jenderal bintang dua Polri itu pun mensimulasikan jika dalam satu jam jumlah kendaraan yang melintas di Kilometer 47 mencapai sekitar 5.500 unit, maka petugas bakal bersiap diri untuk segera menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow di satu lajur.

”Contoh, 1 jam berturut-turut di kilometer 47 itu ada radar dari Jasa Marga dan teknologi early warning dari Korlantas, itu sudah 5.500, kami harus melakukan contraflow lajur satu,” jelasnya.

Kemudian bila dalam dua jam berturut-turut jumlah kendaraan meningkat sampai 6.400 unit, rekayasa lalu lintas akan ditingkatkan dengan membuka contraflow menjadi dua lajur.

Apabila kepadatan kendaraan masih terus meningkat meskipun contraflow satu hingga dua lajur telah diberlakukan, maka Korlantas Polri akan mengambil langkah lanjutan dengan melakukan skema one way.

”Kalau sudah contraflow lajur satu dan dua dilakukan ternyata masih padat, kami akan buka sumbunya di kilometer 70 akan kami buka, kami akan one way sepenggal karena pertama di wilayah contraflow one way nasional. Jadi, kami buka,” urainya.

Tidak hanya itu, Korlantas Polri juga melakukan evaluasi terhadap penerapan rekayasa lalu lintas pada mudik tahun lalu. Agus menyebut, pada periode mudik 2025, skema one way diberlakukan mulai Kilometer 70 hingga Kilometer 188.

Khusus untuk mudik tahun ini, jangkauan kebijakan tersebut diperpanjang hingga kilometer 236. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat distribusi kendaraan dan mengurangi kepadatan arus lalu lintas di jalan tol selama periode mudik dan arus balik lebaran.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore