Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Nurul F/JawaPos.com)
JawaPos.com – Program makan bergizi gratis (MBG) menjadi salah satu sorotan dalam laporan terbaru lembaga pemeringkat internasional. Dalam hal ini, Fitch Ratings merevisi outlook atau prospek peringkat utang Indonesia dari sebelumnya stabil menjadi negatif.
Menanggapi hal itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan bahwa program makan bergizi gratis merupakan investasi jangka panjang yang dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi Indonesia.
Menurut Airlangga, berbagai studi internasional menunjukkan bahwa program pemenuhan gizi masyarakat mampu menghasilkan manfaat ekonomi yang jauh lebih besar di masa depan.
“MBG itu, kalau beberapa studi dari World Bank maupun Rockefeller Foundation, kalau pelaksanaan MBG yang baik dan masif itu investasi satu dolar bisa menghasilkan tujuh dolar. Jadi itu adalah sebuah investasi dan banyak negara melakukan itu,” ujar Airlangga kepada awak media di Jakarta, Kamis (5/3).
Di sisi lain, merujuk pada sejumlah kajian dari dan yang menilai investasi di sektor gizi dan kesehatan masyarakat, MBG kata Airlangga, dapat memberikan dampak ekonomi berlipat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Airlangga juga menambahkan bahwa program serupa telah diterapkan di berbagai negara sebagai bagian dari strategi pembangunan jangka panjang.
“Ini tantangan long term dan medium term yang tidak bisa kita menghilangkan long term hanya untuk short term,” tukasnya.
Sebelumnya, salah satu yang menjadi sorotan utama dalam laporan Fitch Ratings adalah beban program sosial pemerintah, khususnya program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG). Program itu disebut setara dengan 1,3 persen dari PDB.
Fitch menilai dorongan pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan meredam ketegangan sosial akan mendorong belanja sosial lebih tinggi, termasuk melalui MBG. Rencana memprioritaskan belanja negara pada Semester I-2026 juga dinilai berpotensi menambah risiko pelebaran defisit.
“Upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketegangan sosial akan mendorong pengeluaran sosial yang lebih tinggi, termasuk program Makanan Bergizi Gratis yang setara 1,3% dari PDB. Rencana untuk memprioritaskan pengeluaran pada semester pertama tahun 2026 dapat menambah risiko defisit fiskal,” tulisnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
