Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 Maret 2026, 17.05 WIB

Indonesia Tak Ucapkan Dukacita atas Meninggalnya Ali Khamenei, Dino Patti Djalal: Kelupaan atau Sengaja?

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei. (Office of the Iranian Supreme Leader/West Asia News Agency/Reuters). - Image

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei. (Office of the Iranian Supreme Leader/West Asia News Agency/Reuters).

JawaPos.com – Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), Dino Patti Djalal, mempertanyakan sikap Indonesia terhadap Iran, khususnya Pemimpin Tertingginya, Ali Khamenei.

Sorotan itu muncul setelah Pemerintah Indonesia tidak menyampaikan ucapan dukacita atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan rudal yang disebut melibatkan Amerika Serikat dan Israel di Teheran, Iran.

Sikap politik luar negeri Indonesia yang selama ini menganut prinsip bebas aktif pun dipertanyakan. 

Melalui unggahan di akun media sosial X pada Rabu (4/3), Dino menilai ketiadaan pernyataan resmi belasungkawa tersebut sebagai sesuatu yang tidak lazim.

“Ketika Ayatollah Khamenei tewas terbunuh, Pemerintah Indonesia tidak menyatakan ucapan belasungkawa, sebagaimana lazimnya kalau pemimpin negara sahabat meninggal,” tulis Dino.

Ia pun mempertanyakan apakah hal itu terjadi karena kelalaian atau memang disengaja. Karena itu, ia mempertanyakan apakah Indonesia masih menganut prinsip politik luar negeri bebas aktif.

“Kelupaan atau sengaja? Kalau sengaja, yang kita takutkan apa? Apakah yakin kita masih bebas aktif?” ujarnya.

Menurut Dino, sikap yang terkesan dingin tersebut bisa berdampak pada persepsi Iran terhadap Indonesia.

Ia menilai, hal itu mungkin menjadi salah satu alasan Menteri Luar Negeri Iran menolak secara halus tawaran mediasi dari Indonesia.

“Karena merasakan sikap dingin kita terhadap kematian pemimpinnya, tidak heran Menlu Iran menolak dengan halus tawaran mediasi Indonesia. Mungkin mereka menyangsikan motivasi Indonesia,” tuturnya.

Dino juga mengingatkan, selama bertahun-tahun Iran merupakan negara sahabat Indonesia.

Kedua negara sama-sama tergabung dalam berbagai organisasi internasional seperti Gerakan Non-Blok, OKI, D8, G77, dan BRICS.

Meski memiliki perbedaan pandangan, sistem politik, dan ideologi, lanjut Dino, hubungan Indonesia dan Iran tidak pernah diwarnai konflik terbuka.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore