Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan komitmennya membawa pendidikan Islam Indonesia ke panggung global. (Istimewa)
JawaPos.com – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan komitmennya membawa pendidikan Islam Indonesia ke panggung global. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui program Continuing Professional Development (CPD) bagi guru Bahasa Inggris madrasah yang digelar di Jakarta, Kamis (26/2).
Program ini merupakan kolaborasi strategis antara Kementerian Agama dan British Council. Kerja sama tersebut dirancang untuk meningkatkan standar kompetensi pendidik di lingkungan madrasah agar lebih adaptif terhadap tantangan global.
Nasaruddin menekankan, guru memiliki peran vital sebagai agen perubahan. Di tengah dunia yang semakin tanpa batas, penguasaan bahasa internasional, khususnya Bahasa Inggris, bukan lagi pelengkap, melainkan kebutuhan fundamental agar madrasah tetap relevan.
“Guru merupakan jantung dari sistem pendidikan. Jika kualitas jantungnya baik, maka seluruh tubuh, yakni kemajuan siswa akan mengikuti. Penguasaan bahasa Inggris bagi guru madrasah adalah investasi strategis untuk memperluas cakrawala berpikir,” kata Nasaruddin.
Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi kunci untuk menghubungkan siswa dengan pusat riset, inovasi, dan literatur global.
Selain itu, Nasaruddin yang juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal berpesan agar para guru terus belajar meski program telah usai. Ia berharap kolaborasi dengan Pemerintah Inggris dan British Council tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan berkembang menjadi kemitraan berkelanjutan yang saling menguntungkan.
“Antusiasme yang Anda tunjukkan hari ini akan membentuk wajah masa depan pendidikan Indonesia yang unggul dan kompetitif,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Amien Suyitno menjelaskan bahwa pelatihan intensif ini berlangsung selama delapan minggu, mulai 1 Desember 2025 hingga 8 Februari 2026.
Sebanyak 720 guru Bahasa Inggris terpilih dari jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) di seluruh Indonesia berpartisipasi dalam program tersebut.
Pelatihan tidak hanya berfokus pada peningkatan kemahiran bahasa secara tekstual, tetapi juga dirancang untuk memperkuat kompetensi pedagogis yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Program ini menyasar ratusan guru, namun efek dominonya ditargetkan menjangkau ribuan ruang kelas dan komunitas pendidikan yang lebih luas,” jelas Amien.
Ia berharap kemitraan pendidikan ini semakin mendalam secara substansi dan meluas cakupannya pada tahun-tahun mendatang.
“Penguatan kompetensi ini bertujuan memberdayakan guru agar lebih siap membimbing siswa di dunia yang saling terhubung, namun tetap teguh memegang identitas dan nilai-nilai luhur madrasah,” pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022