
Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menegaskan komitmennya untuk mengawal keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. (Istimewa)
JawaPos.com – Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menegaskan komitmennya untuk mengawal keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini dikatakan dalam forum Yudhoyono Dialogue Forum bertajuk “New Economy, New Road to Prosperity” di Museum dan Galeri SBY-ANI, Pacitan, Jumat (6/2).
SBY menyebut bahwa mendukung kesuksesan kepemimpinan nasional adalah tanggung jawab kebangsaan demi kepentingan seluruh rakyat.
"Saya memberikan dukungan penuh dan akan terus membantu dengan cara saya agar visi dan agenda pembangunan nasional dapat berjalan baik. Keberhasilan pemerintah adalah keberhasilan bagi rakyat dan masa depan kita semua," ujar SBY di hadapan para tokoh pengusaha, tokoh-tokoh pemerintahan, maupun akademisi.
Bagi SBY, tantangan ekonomi masa depan menuntut Indonesia untuk segera beradaptasi dengan model Ekonomi Baru.
Presiden Indonesia pertama yang dipilih langsung oleh rakyat ini menggarisbawahi bahwa kemajuan tidak bisa dicapai secara instan atau sekadar mengikuti siklus politik lima tahunan.
SBY menawarkan tiga prinsip utama agar gagasan besar tidak berhenti menjadi sekadar jargon.
Petama, Right, Deep, and Comprehensive Thinking. Bagi SBY, memajukan bangsa harus dimulai dari pola pikir yang benar, mendalam, dan menyeluruh. Bukan sekadar kebijakan reaktif, melainkan strategi yang matang.
Kedua, Implementasi Nyata. SBY mengingatkan bahwa pikiran-pikiran bagus (beautiful minds) tidak akan berdampak tanpa eksekusi yang efektif di lapangan agar sasaran pembangunan benar-benar tercapai.
Ketiga, Kontinuitas dan Konsistensi. Berbekal pengalamannya sebagai Presiden Indonesia selama dua periode (2004-2014), SBY menegaskan negara membutuhkan prediktabilitas. Kebijakan yang baik harus dijaga kesinambungannya dalam jangka panjang, mulai dari 5, 10, hingga 15 tahun ke depan.
Dalam konteks kesejahteraan, SBY menekankan pentingnya sustainable growth with equity atau pertumbuhan yang berkeadilan. Artinya, ekonomi harus tumbuh tinggi namun tetap menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, serta menjaga kelestarian lingkungan. Konsep Ekonomi Baru ini harus bertumpu pada penguatan modal manusia dan teknologi inovatif agar Indonesia kompetitif di abad ke-21.
Yudhoyono Dialogue Forum ini diselenggarakan lembaga pemikiran The Yudhoyono Institute (TYI) sebagai forum bertukar pikiran dan pengalaman bagi berbagai tokoh nasional. Hadir memberikan pemikiran di antaranya pengusaha Dr. Chairul Tanjung dan Otto Toto Sugiri, mantan Menteri Prof. Mohammad Nuh, serta pakar teknologi Dr. Ilham Akbar Habibie. Dari kalangan akademisi, hadir Rektor Perbanas Institute Prof. Hermanto Siregar dan Direktur Eksekutif CSIS Dr. Yose Rizal Damuri.
Dialog ini mempertegas pesan SBY bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan akademisi adalah kunci utama untuk menjemput kemakmuran baru bagi Indonesia.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
