
Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat Sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) terkait bansos dengan seluruh camat, kepala desa, dan pilar sosial di Sidoarjo, Jumat (6/2). (Istimewa)
JawaPos.com - Pemerintah terus mematangkan akurasi penerima bantuan sosial (bansos) melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa proses perbaikan data DTSEN untuk bansos kini semakin transparan dan bisa dimulai dari tingkat paling bawah, yakni RT, RW, hingga Kepala Desa.
Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada lagi warga prasejahtera yang terlewat dari program bantuan pemerintah, dalam hal ini bansos.
Saat menghadiri sosialisasi di Kabupaten Sidoarjo, Jumat (6/2), Gus Ipul mengajak seluruh perangkat daerah untuk melakukan "jihad" dalam pemutakhiran data. Baginya, data yang valid adalah kunci utama keadilan sosial.
"Saya mengajak Pak Bupati, camat dan kepala desa serta pendamping sosial di Kabupaten Sidoarjo untuk gandeng tangan menghadirkan data yang akurat. Istilah saya itu jihad untuk menghadirkan data yang akurat. Karena data ini sangat strategis dan penting sebagaimana arahan Bapak Presiden," ujar Gus Ipul.
Hingga Januari 2026, DTSEN telah mencakup lebih dari 289 juta data individu. Data ini menggabungkan Regsosek, DTKS, dan P3KE untuk memetakan kondisi ekonomi masyarakat secara presisi.
Masyarakat tidak perlu bingung jika merasa berhak menerima bantuan namun belum terdaftar. Ada dua jalur utama untuk memperbarui data:
- Jalur Formal: Warga berkoordinasi dengan RT/RW untuk mengajukan pembaruan. Usulan ini akan dibawa ke musyawarah desa (Musdes) dan diinput oleh operator desa ke sistem SIKS-NG.
- Jalur Partisipatif: Masyarakat bisa melapor langsung secara mandiri melalui Aplikasi Cek Bansos, menghubungi Command Center di 021-171, atau via WhatsApp di 08877-171-171.
Nantinya, setiap data yang masuk akan diverifikasi ulang oleh BPS setiap tiga bulan sekali untuk memastikan peringkat kesejahteraannya sesuai dengan kondisi terkini di lapangan.
Gus Ipul memberikan perhatian khusus pada peran operator desa. Menurutnya, akurasi data nasional sangat bergantung pada kualitas input di tingkat desa.
"Kita ingin Pak Bupati ya, operator desa ini mendapatkan pelatihan-pelatihan yang cukup. Karena mereka menjadi salah satu yang penting untuk menghadirkan data yang akurat. Ujung tombaknya, disamping RT/RW, operator desa ini penting," tegas Gus Ipul.
Sebagai bukti nyata, ia mencontohkan digitalisasi bansos di Banyuwangi. Melalui perbaikan DTSEN, tingkat kesalahan data yang awalnya mencapai 77 persen berhasil ditekan drastis hingga tersisa 28 persen saja.
Bupati Sidoarjo, Subandi, menyambut baik arahan tersebut. Ia berkomitmen untuk memperkuat SDM di wilayahnya agar integrasi data berjalan cepat dan tepat.
"Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyatakan siap mendukung penuh kebijakan dan arahan Pak Menteri Sosial. Sehingga DTSEN benar-benar menjadi alat untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mengurangi kerentahan sosial," imbuh Subandi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Elche di Liga Spanyol 2026/2027: Tuan Rumah Kunci 3 Poin!
Prediksi Skor Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Sengit, Berakhir Imbang?
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol: Babazorros Bisa Buat Kejutan
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Kronologi Kericuhan di Pejompongan yang Tewaskan Lansia dan Bikin Pelajar Babak Belur
Prediksi Skor Fulham vs AFC Wimbledon di EFL Cup 2026/2027: Misi Bangkit The Cottagers
Tak Terbukti Terima Uang dan Perkaya Diri Sendiri, Eks Kabaranahan Kemhan Tetap Dihukum 2,5 Tahun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete di Kualifikasi Liga Europa 2026/2027: Kans Lolos O Ómilos!
