Ilustrasi pengeroyokan dan penganiayaan. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)
JawaPos.com - TNI AL memastikan pengeroyokan seorang warga di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (Sulut) yang melibatkan lima orang prajurit ditangani sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Hal itu ditegaskan oleh Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi pada Selasa (27/1).
Dalam pertemuan tatap muka bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, dan Bupati Kepulauan Talaud Welly Titah, Dery menyatakan bahwa pihaknya akan terus membangun komunikasi secara terbuka untuk menyejukan situasi dan menjaga kondusifitas keamanan maupun ketertiban di Kepulauan Talaud, khususnya di wilayah Melonguane.
Kepada seluruh tokoh dan masyarakat, Dery menghaturkan apresiasi karena sudah berperan aktif menjaga stabilitas dan ketertiban wilayah. Secara tegas dia menyatakan bahwa Angkatan Laut berkomitmen untuk selalu bersikap profesional, transparan, serta terbuka terhadap masukan dari masyarakat terkait permasalahan yang terjadi.
”Setiap permasalahan yang melibatkan oknum prajurit TNI AL akan ditangani secara tegas, objektif, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” kata dia dalam keterangan resmi pada Selasa (27/1).
Dalam kesempatan yang sama, Dery mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana yang aman dan damai. Dia juga berharap agar berbagai persoalan diselesaikan dengan tetap mengedepankan dialog sebagai sarana penyelesaian setiap perbedaan atau kesalahpahaman. Atas penegasan yang disampaikan oleh Kodaeral VIII, masyarakat setempat menyambut baik.
Semua pihak berharap lewat komunikasi yang intens dan berkelanjutan hubungan harmonis antara TNI AL dengan masyarakat Melonguane terus terjaga. Tujuannya demi terciptanya keamanan, ketertiban, dan persatuan di wilayah Kepulauan Talaud. Sebelumnya, Dery sudah menegaskan bahwa pihaknya tidak mentolerir tindakan yang dilakukan oleh 5 orang prajurit TNI AL terhadap seorang warga.
”Atas nama pimpinan TNI AL, kami tidak mentoleransi segala bentuk tindakan tidak terpuji dan melanggar hukum yang dilakukan oleh anggota TNI AL,” kata dia pada Minggu (25/1).
Dery menjelaskan, insiden tersebut dipicu oleh kesalahpahaman yang berujung pada perkelahian. Ia menyebut, kejadian itu diduga terjadi di bawah pengaruh minuman keras. Meski demikian, pihaknya tetap menyampaikan permohonan maaf atas tindakan anggota TNI AL yang menyebabkan seorang warga sipil menjadi korban.
”Kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi kami dalam melaksanakan pembinaan kepada seluruh anggota TNI AL,” imbuhnya.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
