
Proses evakuasi jenazah pertama korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500 dari Gunung Bulusaraung, Sulsel. (Basarnas)
JawaPos.com - Tim SAR Gabungan menemukan jenazah pertama korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung pada Minggu (18/1). Namun, sampai hari ini (20/1) evakuasi jenazah tersebut belum selesai. Rusmadi, personel Basarnas yang mengevakuasi jenazah korban dari dasar jurang mengungkap 30 jam paling panjang dalam hidupnya.
Saat pertama kali ditemukan, jenazah korban berjenis kelamin laki-laki itu dalam posisi tersangkut dahan pohon. Rusmadi ingat betul, saat itu jam menunjukkan pukul 13.43 WITA. Tanpa basa-basi, dia bersama personel Tim SAR Gabungan langsung berusaha mengevakuasi jenazah itu. Namun, evakuasi tidak semudah yang dibayangkan.
Butuh waktu lebih kurang satu jam untuk melepaskan jenazah dari dahan pohon. Menurut Rusmadi, posisi jenazah sulit untuk dijangkau. Dengan kemiringan lebih dari 30 derajat, jenazah itu tersangkut dahan pohon persis di bibir tebing. Karena itu, untuk melepaskan jenazah tersebut Tim SAR Gabungan harus putar otak dan ekstra hati-hati.
Apalagi kala itu hujan deras terus mengguyur. Membuat jarak pandang semakin terbatas. Peralatan dan tenaga yang dimiliki oleh Tim SAR juga tidak sepadan dengan kondisi. Namun, kerja keras berbuah hasil. Jenazah berhasil dilepaskan dari dahan pohon. Namun, tantangan berikutnya mengadang. Sempat berusaha mengangkat jenazah lewat jalur atas, Tim SAR memutuskan putar arah ke bawah.
”Setelah diskusi, tim memutuskan mengubah arah evakuasi ke bawah menuju kampung terdekat karena medan dinilai lebih memungkinkan untuk proses evakuasi lanjutan,” ungkap Rusmadi.
Namun demikian, mengubah arah tidak lantas membuat proses evakuasi lebih mudah. Cuaca semakin buruk, hujan deras disertai kabut tebal semakin terasa mengganggu karena suhu terus turun. Pergerakan Tim SAR Gabungan pun semakin terbatas. Demi keselamatan, mereka memutuskan bermalam di salah satu lereng tebing dengan kontur tanah berbatu dan labil.
Meski berisiko, pilihan itu tetap diambil. Seluruh personel bertahan bersama jenazah korban selama kurang lebih 30 jam di lokasi tersebut. Tim SAR memutuskan bertahan dan tidak meninggalkan jenazah untuk menjaga jenazah itu. Harapannya cuaca segera membaik dan proses evakusi dapat dilanjutkan sehingga jenazah bisa diserahkan ke Posko DVI.
”Kami turun dari titik dekat punggungan awal pesawat jatuh. Setelah menemukan korban, kondisi medan dan cuaca benar-benar tidak bersahabat. Hujan deras, kabut tebal, dan dingin membuat kami harus bertahan di lereng tebing semalaman sambil menjaga jenazah,” tutur Rusmadi.
Besoknya, pada Senin (19/1), Tim SAR Gabungan kembali bergerak. Namun perjalanan evakuasi jenazah korban diserahkan kepada tim lain yang kondisi fisiknya lebih memungkinkan. Sementara Rusmadi dan rekan-rekannya yang sudah bermalam bersama jenazah korban harus beristirahat karena tenaga mereka sudah terkuras.
”Keselamatan tim tetap menjadi prioritas, sehingga proses evakuasi dilanjutkan oleh tim berikutnya,” kata dia.
Tim kedua yang melanjutkan estafet evakuasi jenazah menuju area persawahan Kampung Lampeso menempuh perjalanan dalam waktu 20 jam. Mereka baru tiba di kampung itu hari ini. Jenazah korban kemudian diterima oleh tim ketiga dan dibawa ke Kampung Baru melalui jalan setapak dengan jarak sekitar 15 kilometer. Jalur yang dilalui berupa pegunungan dan sungai.
Dari Kampung Baru, perjalanan dilanjutkan lagi sejauh 5 kilometer menuju Jalan Poros Kecamatan Cenrana. Jalan itu yang digunakan oleh ambulans untuk membawa jenazah tersebut ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) di Makassar. Rangkaian proses evakuasi jenazah korban itu menunjukkan betapa medan yang dihadapi oleh Tim SAR Gabungan sangat panjang.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
