
Mobil-mobil terbakar di jalanan selama demonstrasi di Teheran, Iran, pada 8 Januari 2026. (Reuters).
JawaPos.com-Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan unjuk rasa di Iran telah berakhir dan situasi kembali tenang. Dia pun membantah adanya rencana pemerintah mengeksekusi para pengunjuk rasa.
“Saya bisa sampaikan bahwa selama empat hari terakhir semuanya tenang. Tidak ada demonstrasi, tidak ada kerusuhan,” kata Araghchi kepada Fox News, Rabu.
Kondisi keamanan telah sepenuhnya terkendali oleh otoritas negara. Araghchi juga menepis laporan mengenai rencana hukuman gantung terhadap pengunjuk rasa.
“Tidak ada rencana untuk menggantung siapa pun,” ujarnya menanggapi sorotan internasional terhadap penanganan protes oleh pemerintah Iran.
Aksi protes pecah di Iran pada akhir Desember 2025, dipicu kekhawatiran atas lonjakan inflasi menyusul melemahnya mata uang nasional, rial Iran, yang menekan daya beli masyarakat dan memperburuk kondisi ekonomi rumah tangga.
Sejak 8 Januari, gelombang protes meningkat setelah Reza Pahlavi, putra Shah Iran yang digulingkan dalam Revolusi Islam 1979, menyerukan aksi unjuk rasa terhadap pemerintah.
Pada hari yang sama, akses internet diblokir di seluruh negeri, langkah yang menurut otoritas Iran bertujuan untuk menjaga stabilitas, namun dikritik kelompok hak asasi sebagai upaya membatasi arus informasi.
Di sejumlah kota besar Iran, protes berubah menjadi bentrokan dengan polisi ketika demonstran meneriakkan slogan-slogan yang mengkritik pemerintah dan menentang kebijakan ekonomi serta politik yang berlaku.
Laporan media dan kelompok pemantau menyebutkan adanya korban di kedua pihak, baik aparat keamanan maupun pengunjuk rasa, meski otoritas belum merilis angka resmi terkait korban tewas atau luka-luka.
Pada akhir Desember 2025, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dia akan mendukung serangan baru terhadap Iran jika Teheran berupaya melanjutkan pengembangan program rudal dan nuklirnya.
Di tengah protes tersebut, Trump juga mengancam akan melancarkan serangan besar jika pengunjuk rasa dibunuh.
Trump pun menyampaikan dukungannya bagi rakyat Iran apabila diperlukan. Dukungan Gedung Putih itu meningkatkan ketegangan kedua negara. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
