
Ilustrasi Gunung Slamet terlihat dari arah Guci, Kabupaten Tegal.
JawaPos.com - Operasi SAR pendaki Gunung Slamet bernama Syafiq Ridhan Ali Razan akhirnya membuahkan hasil. Rabu (14/1) Tim SAR memastikan telah menemukan pemuda berusia 18 tahun tersebut dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah Ali kini tengah dievakuasi.
Meski belum mengeluarkan keterangan resmi, Kantor SAR Semarang telah mengkonfirmasi kebenaran informasi yang beredar luas di media sosial tersebut. Dikutip dari unggahan akun Instagram @slametviabambangan hari ini, disampaikan bahwa lokasi penemuan Ali berada di antara jalur Gunung Malang dan Baturaden.
”Alhamdulillah, survivor atas nama Syafiq Ridhan Ali Razan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di daerah lereng puncak sebelah selatan antara jalur Gunung Malang dan Baturaden,” tulis pengelola akun tersebut.
Pasca ditemukan, jenazah Ali langsung dievakuasi oleh Tim SAR. Dalam dokumentasi video yang beredar luas, tampak Tim SAR terus berkomunikasi menggunakan walkie talkie. Melalui komunikasi itu disiarkan informasi bahwa Ali sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Dikutip dari pemberitaan Radar Jember (Jawa Pos Group) secara resmi pencarian Ali sudah dihentikan pada 7 Januari lalu. Namun, pencarian terus dilanjutkan secara mandiri oleh relawan dari berbagai organisasi. Mereka melakukan operasi SAR dengan berkoordinasi bersama pihak basecamp Gunung Slamet.
Sebelum hilang dan ditemukan meninggal dunia, Ali melaksanakan pendakian ke Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang. Dia mendaki bersama pendaki lain bernama Himawan Choidar Bahran. Niatnya, mereka mendaki pulang pergi tanpa menginap.
Dalam pendakian tersebut, Himawan mengalami cedera kaki. Ali lantas turun lebih dulu untuk mencari bantuan. Namun, sejak turun, Ali hilang kontak dan tidak pernah kembali. Sementara Himawan ditemukan oleh Tim SAR pada Selasa, 30 Desember 2025, di Pos 9. Saat ditemukan dia sudah dalam keadaan lemas.
Berdasar catatan, Tim SAR sudah memulai pencarian kedua pendaki itu sejak Minggu, 28 Desember 2025. Atas peristiwa yang dialami oleh Ali, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono sempat memberikan dukungan moril dan materiil kepada pihak keluarga. Mengingat Ali adalah pemuda asal Magelang.
“Kami turut prihatin atas musibah tersebut, ananda Ali adalah putra dari staf kami yang ada di Pemkot Magelang, tentu ini kesedihan yang mendalam,” tutur Damar akhir pekan lalu sebagaimana dikutip dari Jawa Pos Radar Magelang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022