
Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, memimpin unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (28/8). (Ridwan/Jawapos)
JawaPos.com - Ratusan buruh dari Jawa Barat dan Jabodetabek kembali menggelar aksi di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (8/1). Mereka mengkritisi upah murah yang ditetapkan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengkritik penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2026 yang ditetapkan Pramono sebesar Rp5,73 juta. Menurutnya, besaran tersebut sangat tidak realistis dan jauh dari kata layak.
Said Iqbal mendesak agar UMP Jakarta direvisi menjadi Rp5,89 juta atau setara 100% Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Ia menyoroti ironi upah pekerja di gedung pencakar langit Jakarta yang justru kalah dari upah buruh pabrik di wilayah penyangga.
"Tidak masuk akal upah para pekerja karyawan yang bekerja di gedung-gedung bertingkat, di gedung-gedung pencakar langit, kalah upahnya dengan pabrik panci di Karawang, kalah upahnya dengan pabrik plastik di Bekasi," ujar Said Iqbal di lokasi, Kamis (8/1).
Kritik UMSK Jabar Yang Dipangkas Dedi Mulyadi
KSPI juga menyoroti kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM). Said Iqbal menuding KDM melakukan pencitraan di media sosial namun kenyataannya memangkas nilai kenaikan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK).
Ia menyebut revisi UMSK di Jawa Barat sebagai "akal-akalan" yang justru melindungi kepentingan perusahaan asing berskala besar.
"KDM ingin melindungi asing. Raksasa-raksasa elektronik dilindungi, pabrik kecap pabrik roti mau dimatiin. Upahnya lebih tinggi dari pabrik Samsung, lebih tinggi dari pabrik Epson," terangnya.
Upah Rendah, Cita-cita Prabowo Pertumbuhan Ekonomi 8% Jadi Mustahil
Said Iqbal juga meminta Presiden Prabowo Subianto untuk turun tangan. Ia menilai target pertumbuhan ekonomi 8% yang dicanangkan pemerintah mustahil tercapai jika daya beli buruh terus ditekan dengan upah murah.
"Presiden Prabowo Subianto harus turun tangan. Katanya ingin mencapai pertumbuhan ekonomi 8% menuju ke 8%. Enggak akan mungkin kalau upah di ibu kota, masih ibu kota kan DKI ini, adalah rendah," tambahnya.
Ia mengusulkan skema subsidi upah sebagai solusi jika perusahaan dianggap tidak mampu membayar kenaikan. Said Iqbal mencontohkan negara seperti Australia dan Brasil yang sukses menerapkan kebijakan tersebut ketimbang sekadar memberikan insentif transportasi atau pangan yang dinilai kurang efektif.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
