Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Juli 2026 | 23.25 WIB

Ekonomi Jepang Diperkirakan Lampaui Rekor Pascaperang, Pemerintah Akui Warga Belum Sepenuhnya Merasakan

Foto arsip yang diambil dari helikopter Kyodo News pada 13 Desember 2025 memperlihatkan Menara Tokyo (Tokyo Tower) dan deretan gedung pencakar langit di pusat Kota Tokyo, Jepang. (Kyodo) - Image

Foto arsip yang diambil dari helikopter Kyodo News pada 13 Desember 2025 memperlihatkan Menara Tokyo (Tokyo Tower) dan deretan gedung pencakar langit di pusat Kota Tokyo, Jepang. (Kyodo)

JawaPos.com – Ekonomi Jepang diperkirakan akan mencatat rekor ekspansi terpanjang sejak Perang Dunia II pada Juli 2026. Meski demikian, pemerintah mengakui banyak rumah tangga masih menghadapi tekanan biaya hidup sehingga belum sepenuhnya merasakan manfaat dari pertumbuhan ekonomi tersebut.

Seperti dilansir Kyodo, Kamis (23/7), pemerintah diperkirakan mempertahankan penilaian bahwa perekonomian Jepang masih berada dalam fase pemulihan moderat dalam laporan ekonomi bulanan Juli.

Apabila penilaian tersebut dikukuhkan, ekspansi ekonomi Jepang akan melampaui rekor sebelumnya selama 73 bulan berturut-turut yang berlangsung dari Februari 2002 hingga Februari 2008. Namun, kepastian mengenai lamanya ekspansi baru akan ditetapkan secara retrospektif oleh panel ekonom dan pakar di bawah Kantor Kabinet Jepang.

Perekonomian Jepang terus berkembang sejak mencapai titik terendah pada Mei 2020 akibat pandemi Covid-19. Produk domestik bruto (PDB) tetap tumbuh positif meski negara itu sempat menghadapi dampak invasi Rusia ke Ukraina dan kebijakan tarif impor yang lebih tinggi dari pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Meski indikator ekonomi menunjukkan tren positif, pemerintah menilai manfaatnya belum dirasakan secara merata. Dalam pedoman kebijakan ekonomi dan fiskal pertama yang disahkan kabinet Perdana Menteri Sanae Takaichi pada Selasa, pemerintah menegaskan perlunya memastikan seluruh masyarakat benar-benar merasakan bahwa kondisi ekonomi membaik.

Menurut sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, konsumsi rumah tangga yang menyumbang sekitar separuh PDB tetap kuat. Kondisi itu didukung kenaikan upah dalam beberapa waktu terakhir serta subsidi pemerintah untuk menekan dampak inflasi.

Investasi perusahaan dan produksi industri juga menunjukkan kinerja positif. Permintaan terhadap teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menjadi salah satu pendorong utama peningkatan investasi di sektor bisnis.

Di sisi lain, ekspor Jepang tetap stabil berkat tingginya permintaan mobil di pasar Amerika Serikat. Faktor tersebut turut menopang pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Meski demikian, Menteri Kebijakan Ekonomi dan Fiskal Jepang Minoru Kiuchi sebelumnya mengatakan masih diperlukan waktu untuk mengumpulkan data dan memverifikasi apakah Jepang benar-benar telah melampaui rekor ekspansi ekonomi pascaperang.

Seorang pejabat Kantor Kabinet juga mengingatkan bahwa masih ada sejumlah tantangan yang membayangi perekonomian Jepang. Menurutnya, sulit merayakan pencapaian tersebut ketika kenaikan upah riil setelah memperhitungkan inflasi masih belum pasti dan situasi geopolitik di Timur Tengah tetap berpotensi memengaruhi perekonomian global.

Editor: Dhimas Ginanjar
Sumber: Kyodo News
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore