
Sejumlah kader PDI Perjuangan mengibarkan bendera partai PDIP saat pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I di Jakarta, Jumat (10/1/2020). Rakernas I partai berlambang kepala banteng dengan moncong putih pada tahun 2020 tersebut bertemakan
JawaPos.com - Setelah menyuapi Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, Ketua DPD PDI Perjuangan (PDIP) Bali Wayan Koster beralih menyuapi bupati Karangasem terpilih I Gede Dana dengan menggunakan sendok yang sama.
Sontak, kejadian di tengah syukuran kemenangan PDIP di lima daerah di Bali dalam pilkada 2020 sekaligus perayaan ulang tahun Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pada Sabtu (23/1) itu langsung membetot kritik. Apalagi, Bali saat ini masih menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
”Karena spontan dan cepat, sempat terjadi satu sendok dipakai dua orang. Sisanya yang tujuh orang memakai sendok yang semuanya berbeda,” jelas Koster yang juga menjabat gubernur Bali dalam keterangan tertulis kemarin (25/1) sebagaimana dikutip Jawa Pos Radar Bali.
Dalam video yang beredar luas tentang acara di kantor DPD PDIP Bali, Renon, Denpasar, tersebut, sebelum acara menyuapi dengan sendok yang sama itu, Koster juga tampak meniup lilin didampingi dua orang lain. Salah satunya adalah Sekretaris DPD PDIP Bali IGN Jaya Negara.
Pria yang terpilih sebagai wali kota Denpasar tersebut menjelaskan, meski ada acara tiup lilin dengan membuka masker, mereka telah di-rapid test antigen. Setelah tiup lilin, masker kembali dipakai. Wayan Koster tidak di-rapid test karena sudah divaksin. ”Kalau ada tiup lilin hanya bertiga, habis itu kan pakai masker kembali. Sama halnya saat makan kan buka masker,” kata Jaya Negara.
Dia menyebutkan, dalam kegiatan tersebut, jumlah orang yang terlibat hanya 10 orang serta semua memakai masker dan menjaga jarak. Yang datang adalah pasangan kepala daerah yang menang di lima kabupaten/kota di Bali. ”Kami undang bupati terpilih untuk menyampaikan terima kasih dan semua memakai masker,” ujarnya.
Baca juga: PPKM Belum Efektif Cegah Kerumunan
Dalam keterangan tertulisnya, Koster menyebut acara dihadiri sekitar 25 orang. Kemudian, mereka semua menjaga jarak, memakai masker, dan telah mengikuti rapid test antigen dengan hasil negatif. Namun, masker memang dibuka hanya saat tiup lilin. ”Sebelum dan sesudahnya masker tetap dipakai. Saya pastikan tidak ada yang dilanggar. Protokol kesehatan dilaksanakan dengan sangat tertib,” tandas Koster.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/59DTBOdscAI

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
