
salah satu unit bus milik PO Bus Cahaya Trans. (Instagram @buscahayatrans)
JawaPos.com - Operator bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) PO Cahaya Trans memutuskan untuk menghentikan sementara seluruh aktivitas operasionalnya.
Langkah ini diambil menyusul tragedi kecelakaan maut yang melibatkan armada mereka di simpang susun exit Tol Krapyak, Semarang, Jawa Tengah, yang menewaskan belasan penumpang.
Pengumuman penghentian operasional tersebut disampaikan manajemen melalui akun Instagram resmi @buscahayatrans.
Dalam pernyataan itu, perusahaan menyebutkan bahwa seluruh layanan bus reguler AKAP Cahaya Trans akan berhenti beroperasi mulai 26 Desember 2025 hingga waktu yang belum ditentukan.
Manajemen Cahaya Trans menyatakan keputusan ini bukan hal mudah, namun dianggap perlu sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan. Fokus utama saat ini diarahkan pada penanganan korban serta proses penyelesaian pascakecelakaan.
“Manajemen memutuskan untuk menghentikan sementara seluruh operasional karena saat ini kami memusatkan perhatian penuh pada penanganan musibah kecelakaan yang melibatkan armada kami di Semarang,” tulis manajemen dalam keterangannya.
Mereka juga menegaskan komitmen untuk memperhatikan seluruh pihak terdampak dan memastikan proses penyelesaian berjalan secara maksimal.
Tragedi kecelakaan bus Cahaya Trans terjadi pada dini hari, 22 Desember 2025. Bus dengan nomor polisi B 7201 IV yang melayani trayek Jatiasih–Yogyakarta itu mengalami kecelakaan hebat di jalur penghubung RAM 3, simpang susun exit Tol Krapyak.
Bus yang membawa 34 penumpang tersebut dilaporkan melaju dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya menghantam pembatas jalan di area tikungan.
Akibat kecelakaan itu, sebanyak 16 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara penumpang lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang berbeda.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, kendaraan tersebut saat kejadian dikemudikan oleh sopir cadangan.
Faktor kecepatan dan kondisi kendaraan menjadi sorotan utama dalam penyelidikan kecelakaan yang kini tengah ditangani pihak berwenang.
Hasil pemeriksaan awal dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkap temuan serius terkait kelayakan armada. Dari hasil ramp check, bus yang terlibat kecelakaan dinyatakan tidak memenuhi standar laik jalan.
Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, menyampaikan bahwa berdasarkan data pada aplikasi MitraDarat, bus tersebut tidak tercatat sebagai angkutan AKAP maupun angkutan pariwisata yang terdaftar secara resmi.
Selain itu, data sistem BLU-e menunjukkan bahwa kendaraan terakhir kali menjalani uji berkala pada 3 Juli 2025.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
