Wali Kota Medan Bobby Nasution meninjau lokasi banjir di Jalan Perjuangan, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Selasa (27/8) petang. (Pemko Medan untuk JawaPos.com)
JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Medan sudah mengembalikan bantuan 30 ton beras dari Uni Emirat Arab (UAE). Keputusan itu diambil sesuai dengan kebijakan Pemerintah Pusat dan penegasan yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Sebelum bantuan tersebut dikembalikan, Pemerintah UAE menyerahkan bantuan tersebut pada Sabtu pekan lalu (13/12). Mengutip pemberitaan Metro Daily (Jawa Pos Group), 30 ton bantuan beras itu diterima secara langsung oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di Posko Bantuan Bencana Kota Medan.
Bantuan sebanyak itu diterima dari Wakil Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia Shaima Al Hebsi. Rencananya bantuan tersebut akan didistribusikan kepada korban terdampak banjir di wilayah Kota Medan. Namun, hal itu urung dilakukan.
”Pemkot Medan mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas solidaritas yang diberikan Uni Emirat Arab melalui bantuan logistik untuk warga terdampak banjir di Kota Medan,” kata dia.
Rico Waas pun mengungkapkan bahwa bantuan tersebut terdiri atas 300 paket bantuan berisi sembako, perlengkapan bayi, dan perlengkapan salat. Selain itu terdapat bantuan 30 ton beras. Dia mengakui bahwa kondisi Medan masih belum sepenuhnya pulih.
”Masih banyak masyarakat yang terdampak dan membutuhkan bantuan,” terang dia.
Apalagi bila melihat potensi terjadinya bencana hidrometeorologi susulan. Berdasar informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi di Kota Medan, termasuk hujan lebat disertai angin kencang.
”Itu menjadi kewaspadaan bersama agar penanganan bisa segera dilakukan apabila masyarakat kembali terdampak dan membutuhkan logistik serta peralatan pendukung,” ujarnya.
Kini seluruh bantuan tersebut sudah dikembalikan. Rico Waas menyatakan bahwa pengembalian bantuan dilakukan sesuai dengan keputusan dan kebijakan Pemerintah Pusat. Juga telah dikoordinasikan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Pertahanan (Kemhan).
Saat dikonfirmasi ihwal pengembalian bantuan untuk korban bencana alam tersebut, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari pun menegaskan bahwa kebijakan dari Pemerintah Pusat sudah jelas. Yakni Pemerintah Indonesia mampu menangani bencana di Sumatera.
”Kebijakannya kan sudah disampaikan dengan sangat jelas oleh kepala negara dan ditambahkan oleh penjelasan menlu,” ungkap dia pada Jumat (19/12).
Saat ini, penanggulangan bencana alam di Sumatera masih terus berjalan. Baik di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), maupun Sumatera Barat (Sumbar). Jumlah korban meninggal dunia berdasar data dari dashboard penanganan darurat bencana sudah menyentuh angka 1.068 jiwa. Sementara korban hilang sebanyak 190 orang dan angka pengungsi masih di atas 500 ribu.
Dalam Rapat Kabinet yang berlangsung pada Senin (15/12), Presiden Prabowo Subianto memang sudah menegaskan bahwa Indonesia mampu menanggulangi bencana alam yang terjadi di 3 provinsi tersebut. Dia mengakui mendapat banyak telepon dari kepala negara sahabat. Namun, dia secara tegas menyatakan mampu menangani dampak bencana tersebut.
”Saya ditelepon banyak pimpinan, kepala negara, ingin kirim bantuan. Saya bilang, terima kasih concern anda, kami mampu. Indonesia mampu mengatasi ini,” terang Prabowo sebagaimana disampaikan dalam Rapat Kabinet tersebut.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
