Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 Desember 2025 | 18.09 WIB

Pasokan Bahan Baku Dapur MBG Kebayoran Lama Lancar Dukung Penyiapan 4.000 Porsi Makanan Siap Saji

Sosok tangguh dibalik dapur MBG Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Ibu Indy (kiri), Ibu Rini (tengah), dan Ibu Ziah (kanan). (Nanda Prayoga/JawaPos.com)

JawaPos.com - Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menjadi salah satu dapur yang mampu mempertahankan konsistensi penyediaan hingga 4.000 porsi makanan setiap hari. Pencapaian itu bukan hanya soal jumlah, tetapi juga hasil dari manajemen dapur yang tertata, koordinasi ketat, serta suplai bahan baku yang selalu terpenuhi.

Menu MBG sendiri ditentukan oleh ahli gizi. Tim dapur hanya menyesuaikan dengan kondisi lapangan bila pendamping menu dirasa perlu diatur ulang.

“Alhamdulillah sih disini lancar terus (suplai bahan baku). Menunya dari ahli gizi, sudah ditentuin sama ahli gizi. Nggak pernah ada kekurangan,” kata Ibu Indy, tukang masak di dapur MBG Kebayoran Lama kepada JawaPos.com, Selasa (9/12).

Adanya keteraturan pasokan ini bukan tanpa sebab. Pasalnya, seluruh proses memasak turut dimulai oleh sesi briefing untuk memastikan kondisi suplai bahan baku.

“Sebelum dimulai itu kita selalu briefing dulu. Doa dulu. Di briefing ini dijelasin nanti orang ini kerjanya apa aja, ada PJ-PJ-nya,” ujarnya.

Pembagian peran pun disebut menjadi kunci. Setiap hari ada delapan orang yang bertugas di dapur, masing-masing memegang tanggung jawab konkret agar pekerjaan tidak menumpuk di satu orang. Meski begitu, ketika satu tugas rampung, anggota lain akan membantu bagian yang belum selesai.

“Jadi 8 orang ini masing-masing punya tugasnya. Jadi biar ada tanggung jawabnya juga,” ungkap Ibu Indy.

Menariknya, untuk mencapai total 4.000 porsi, dapur MBG tidak memasak sekaligus. Proses dilakukan bertahap mulai tengah malam sekitar pukul 12 siang. Proses masak pun dilakukan bertahap untuk menjaga agar makanan yang dikirim tetap dalam kondisi segar. 

“Masaknya itu step by step, masaknya itu sesuai ada jamnya, jadi makanannya kita sajikan tetap fresh. Jadi pengiriman pagi nih itu yang masak di jam 12 sampai ke jam 3. Abis itu kita masak lagi untuk buat pengiriman selanjutnya. Jadinya masakan itu gak ada yang sekaligus 4 ribu, nggak bertahap,” ungkap Ibu Ziah yang menjabat sebagai asisten dapur MBG.

Sementara itu, tak semua anggota tim awalnya terbiasa dengan alat dapur industri berskala besar. Ibu Ziah pun turut menjelaskan proses adaptasi itu. 

“Biasanya kita masak pakai panci, sekarang masak pakai steamer. Terus kompor kita semua high pressure, biasanya pakai kompor, itu penyesuaian dari alat,” ungkapnya.

Menariknya dari dapur MBG ini, tenaga masak di dapur mayoritas menggunakan tenaga kerja warga sekitar, sebuah kebijakan yang disadari membantu operasional.

Dengan bahan yang lancar, pembagian peran jelas, sistem pemasakan bertahap, dan koordinasi lintas divisi, dapur MBG mampu menjaga ritme kerja yang stabil. Semua itu dilakukan hampir setiap hari tanpa jeda, sekaligus memastikan ribuan penerima manfaat tetap mendapatkan makanan dalam kondisi terbaik.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore