ILUSTRASI Hujan lebat. (JAWAPOS)
JawaPos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan lebat akan mengguyur sejumlah wilayah di Sumatera hingga Aceh pada 11, 12, dan 16 Desember. Untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi, BMKG bersama BNPB menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama 24 jam penuh di wilayah-wilayah rawan terdampak.
BMKG menjelaskan bahwa OMC dilakukan secara terus menerus menyesuaikan kebutuhan di lapangan, mencakup Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.
Langkah ini diambil guna mengurangi risiko banjir, longsor, dan cuaca ekstrem lainnya yang berpotensi meningkat dalam beberapa hari ke depan.
"Kita melaksanakan OMC di Aceh, Sumut, Sumbar, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dalam waktu 24 jam, terus menerus sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (11/12).
Dalam pelaksanaannya, OMC dilakukan dengan dua metode berbeda bergantung pada posisi awan hujan. Untuk awan yang masih berada di wilayah aman seperti laut atau waduk, BMKG menebarkan garam (NaCl) agar hujan turun lebih dulu sebelum memasuki kawasan rawan bencana.
Namun jika awan hujan sudah terlanjur berada di zona berisiko, tim OMC akan menebarkan kapur tohor (CaO) untuk memecah awan sehingga hujan tidak terjadi di lokasi tersebut.
BMKG menegaskan bahwa OMC memiliki batasan dan tidak dapat diterapkan pada bibit siklon maupun siklon tropis. Pertimbangannya mencakup besarnya eskalasi sistem cuaca, kecepatan pergerakan, hingga keselamatan penerbangan tim yang mengoperasikan pesawat OMC.
Dengan intensitas hujan yang diprediksi meningkat dalam beberapa hari mendatang, BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir, genangan, dan tanah longsor. Operasi modifikasi cuaca ini diharapkan mampu meminimalisir dampak buruk cuaca ekstrem di kawasan rawan bencana.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sejumlah wilayah di Sumatera hingga Aceh akan diterpa hujan lebat hingga sangat lebat pada 11, 12, dan 16 Desember 2025. Perkiraan ini muncul sehubungan efek dari ditemukannya Bibit Siklon Tropis 91S.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, meminta masyarakat dan pemerintah daerah setempat, terutama yang terdampak bencana banjir untuk waspada dan siap siaga.
“Mohon tetap tenang, waspada, dan menjaga kesiapsiagaan karena potensi bibit siklon ini tumbuh menjadi siBerklon tropis ke daratan dalam kategori rendah,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (11/12).

Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Hasil Babak Pertama Persebaya vs Port FC: Miguel Pereira Cetak Gol Perdana, Skor Masih 1-1
Prediksi Persebaya Surabaya vs Port FC: Bruno Moreira Dikabarkan Cedera, Bernardo Tavares Buka Peluang Rotasi Pemain
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
