
Dokter koas Universitas Yarsi, Arya Erdhafin. (Istimewa)
JawaPos.com - Sempat membantah tuduhan dan bahkan melapor balik korban, dokter koas Universitas Yarsi, Arya Erdhafin, akhirnya menyampaikan permintaan maaf usai menjalani sidang kasus penganiayaan terhadap juniornya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Pengakuan itu muncul setelah persidangan yang berlangsung sekitar satu jam pada Rabu, 10 Desember.
Arya, yang sebelumnya bersikukuh tidak bersalah, kini menyatakan secara terbuka bahwa ia memang melakukan penganiayaan terhadap juniornya, AFS alias Abi. Melalui sebuah rekaman video, ia menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan keluarga serta mengakui seluruh rangkaian tindakan yang membuat juniornya harus dirawat di rumah sakit.
“Melalui surat pernyataan ini, saya dengan penuh kerendahan hati meminta maaf kepada Abi atas tindakan penganiayaan yang saya lakukan,” ujar Arya dalam rekaman tersebut, dikutip Rabu (10/12).
Ia mengakui bahwa peristiwa penganiayaan terjadi di kamar kosnya di kawasan Cempaka Putih Timur 7, Jakarta Pusat. Abi dianiaya sampai pingsan dan harus dibawa ke IGD RS Islam Cempaka Putih setelah dipukul berkali-kali, ditendang di kepala, dan diserang di bagian sensitif tubuhnya.
Arya yang telah ditahan sejak 29 Oktober juga menjelaskan motif yang mendorongnya melakukan penganiayaan. Ia mengaku diliputi prasangka bahwa korban menjadi penyebab hubungan asmara dengan kekasihnya berakhir, yang kemudian memicu kekerasan itu.
Tak hanya itu, ia turut mengakui bahwa laporan polisi yang ia buat sebelumnya adalah rekayasa. Luka-luka yang ia klaim sebagai bukti bahwa dirinya juga dianiaya, menurutnya, dibuat sendiri. Visum yang ia serahkan ke polisi pun ternyata sengaja dibuat untuk menguatkan laporan palsu tersebut.
Dalam pernyataannya, Arya juga meminta maaf kepada Universitas Yarsi karena telah mencoreng nama baik kampus dan menegaskan kesiapannya menerima sanksi apa pun.
“Saya menyesal dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” tuturnya.
Sementara itu, kuasa hukum korban, Muhamad Ridho Hakiki, mengatakan bahwa pihaknya sejak awal mencurigai laporan balik Arya karena banyak kejanggalan. Menurutnya, korban sama sekali tidak melakukan perlawanan saat dianiaya.
"Karena korban sejak awal sama sekali tidak mengakui melakukan perlawanan saat dianiaya oleh terdakwa," ungkap Ridho
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022