
Keluarga meminta pencarian terhadap warga Malaysia Asrul Nizam dan pamannya, Muliadi yang hilang akibat galodo di Jembatan Kembar Padangpanjang dilanjutkan, Rabu (3/12/2025). (Istimewa)
JawaPos.com - Banjir bandang atau yang biasa masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) sebut dengan istilah galodo, menghantam kawasan Jembatan Kembar, Padangpanjang, menyisakan duka mendalam.
Dua orang perantau yang baru tiba dari Malaysia, Asrul Nizam, 30, dan pamannya, Muliadi, 57, dilaporkan hilang terseret dahsyatnya arus air.
Keduanya diketahui sedang dalam perjalanan pulang kampung menuju Korong Kampung Jawi-Jawi Balaibaik, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Padangpariaman.
Niat hati ingin melepas rindu dengan sang nenek di kampung halaman, namun takdir berkata lain. Hingga kini, keluarga masih menanti kabar baik dari tim SAR gabungan.
Informasi hilangnya kedua korban disampaikan oleh Yetri, 38, adik kandung Muliadi sekaligus bibi dari Nizam. Menurut Yetri, Muliadi memang rutin pulang dari Malaysia setiap lima bulan sekali. Kali ini, ia pulang bersama keponakannya, Nizam, yang rindu ingin bertemu neneknya.
Perjalanan mereka dimulai pada Rabu (26/11) dari Malaysia melalui jalur laut dan tiba di Dumai pada sore harinya. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan darat menggunakan jasa travel.
Mobil yang mereka tumpangi diperkirakan tiba di kawasan Jembatan Kembar, Padangpanjang, sekitar pukul 00.00 WIB, Kamis (27/11).
Nahas, saat itu perjalanan terhenti karena adanya longsor di sekitar lokasi, tak lama sebelum galodo menerjang.
Detik-detik mencekam itu terungkap dari kesaksian Ani, karyawan ibu Nizam yang kebetulan menumpang mobil travel yang sama. Ani dan suaminya berhasil menyelamatkan diri setelah menyadari bahaya yang mengancam.
Namun, nasib berbeda dialami Muliadi dan Nizam. Berdasarkan keterangan Ani, saat air bah datang menyapu kendaraan mereka, paman dan keponakan tersebut dikabarkan masih tertidur lelap di dalam mobil.
Kabar ini tentu menjadi pukulan berat bagi keluarga. Yetri baru mengetahui kejadian tersebut pada Kamis pagi sekitar pukul 08.00 WIB, di tengah kondisi kampung yang gelap gulita akibat listrik padam dan sinyal yang terputus total.
Istri Muliadi sempat menerima pesan terakhir dari suaminya pada Kamis pagi pukul 07.00 WIB. Namun, saat dihubungi kembali pada pukul 13.00 WIB, ponsel Muliadi sudah tidak aktif.
Kepastian mengenai nasib keduanya semakin jelas ketika tetangga mengabarkan pada malam harinya bahwa travel yang ditumpangi korban hilang terseret arus.
Kini, keluarga besar telah menyebar ke berbagai titik pencarian, mulai dari lokasi kejadian di Jembatan Kembar, RSUD Padangpanjang, Kayutanam, hingga RS Bhayangkara Padang.
Kondisi ini sempat disembunyikan dari sang nenek karena khawatir akan kesehatannya. Namun, ramainya warga yang datang melayat membuat sang nenek akhirnya tahu. Kondisi kesehatannya pun kini dilaporkan terus menurun.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
