
Danau Singkarak di Sumatera Barat dipenuhi kayu gelondongan usai banjir bandang. Seskab Teddy Indra Wijaya mengakui kerusakan lingkungan ikut memperparah bencana di Sumatera. (Instagram @nabilllntn)
JawaPos.com - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, mengakui bencana banjir besar di wilayah Sumatera yang menelan ratusan korban jiwa tidak hanya dipicu cuaca ekstrem. Ia menyebut, faktor kerusakan lingkungan turut memperparah dampak bencana tersebut.
“Jadi penyebab bencana ini jadi perhatian dan selain faktor cuaca yang ekstrem tentunya, ada faktor kerusakan lingkungan yang memperparah bencana,” kata Teddy dalam konferensi pers di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (3/12).
Teddy memastikan, pemerintah akan menelusuri seluruh indikasi kerusakan lingkungan yang diduga memengaruhi skala dan dampak banjir di sejumlah wilayah Sumatra. Ia memastikan proses investigasi dilakukan secara menyeluruh.
“Seiring dengan evakuasi dan penanganan sebagai fokus utama, pemerintah melakukan evaluasi dan investigasi menyeluruh terkait bencana ini,” jelasnya.
Sementara, Menko PMK Pratikno juga menyoroti temuan kayu gelondongan yang terbawa arus saat banjir besar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Menurutnya, pemerintah sedang mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga melakukan pelanggaran hingga menimbulkan fenomena alam tersebut, termasuk melalui analisis citra satelit.
“Saat ini Satgas Penertiban Kawasan Hutan sudah turun tangan menelusuri dugaan gelondongan kayu yang banyak terbawa arus banjir,” ujarnya.
“Pemerintah terus menelusuri pihak-pihak yang diduga melakukan pelanggaran melalui analisis citra satelit,” tambahnya.
Di sisi lain, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan adanya langkah penegakan hukum terkait temuan kayu gelondongan.
Polri, kata Listyo, akan berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan untuk mendalami penyebab munculnya gelondongan kayu di lokasi banjir.
“Kami secara lisan sudah berkoordinasi dengan Menhut dan kami akan besok melaksanakan rapat untuk menurunkan tim gabungan untuk melakukan proses penyelidikan. Bila ada pelanggaran hukum, kita akan proses,” pungkasnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
