Foto udara pegunungan pasca longsor dan banjir Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Senin (1/12/2025). (Biro Setpres)
JawaPos.com - Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Piprim Basarah Yanuarso Sp.A(K), meminta pemerintah menetapkan status bencana nasional sehubungan dengan kondisi di Sumatera hingga Aceh akibat banjir bandang hingga longsor di kawasan tersebut.
Dorongan ini disampaikan karena tingginya jumlah korban, meluasnya kerusakan, dan ancaman kesehatan serius bagi kelompok rentan di Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Aceh.
“Ini saya kira sudah cukup besar dampaknya. Mudah-mudahan pemerintah bisa memasukkan ini sebagai bencana nasional,” ujar dr. Piprim kepada wartawan, Senin (1/12)
dr. Piprim juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi di lapangan dan menegaskan bahwa situasi yang terjadi bukan sekadar viral di media sosial, tetapi benar-benar gawat di wilayah terdampak.
“Kami yakin ini bukan hanya heboh di medsos, memang di alam nyata juga heboh,” katanya.
Ia menerangakan, para dokter anak dari berbagai wilayah terdampak disebut telah turun langsung membantu sejak hari pertama bencana. Kolaborasi dilakukan bersama BNPB, Dinas Kesehatan, TNI–Polri, dan relawan untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan meski situasi sulit.
Ketua IDAI juga mengungkap bahwa bahkan sejumlah dokter anak turut menjadi korban, rumah mereka terdampak, namun tetap memberikan layanan bagi masyarakat.
“Ada juga dokter anak yang menjadi korban, rumahnya kena. Tapi Alhamdulillah mereka masih siap melayani,” tuturnya.
dr. Piprim menekankan bahwa anak-anak adalah kelompok paling rentan di situasi bencana. Trauma, ketakutan, kecemasan, hingga mimpi buruk umum terjadi pada mereka. Pendampingan psikologis pun dinilai penting agar anak dapat melewati fase akut.
“Anak-anak bisa mengalami trauma, ketakutan, cemas. Mengajak mereka bermain atau menggambar bisa membantu,” jelasnya.
Adapun risiko penyakit menular di pengungsian juga menjadi perhatian serius. Campak, kata IDAI, adalah salah satu penyakit yang mudah menyebar dan harus dicegah melalui imunisasi.
“Di pengungsian itu biasanya ada penyakit campak yang mudah sekali menyebar. Imunisasi perlu diupayakan,” tegasnya.
IDAI juga menyoroti pentingnya dukungan bagi ibu menyusui untuk tetap memberikan ASI di tengah situasi bencana, dibantu panduan Satgas ASI.
“Jangan sampai ibu-ibu yang ingin tetap memberikan ASI tidak kita dukung. Satgas ASI sudah membuat panduan-panduan,” katanya.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
