
Penyerahan bansos tahap II untuk korban terdampak bencana alam di Aceh Timur. Pemerintah menggelontorkan Rp 100 miliar untuk membantu para korban. (Kemendagri)
JawaPos.com - Penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk korban terdampak bencana alam di Sumatera terus bergulir. Belum lama, pemerintah menggelontorkan bansos tahap II Rp 100 miliar untuk para korban di wilayah Aceh Timur. Kepala Posko Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh Safrizal ZA memastikan bantuan tersebut terdistribusi dengan baik.
Menurut Safrizal, bantuan itu diberikan secara bertahap berbasis data akurat. Dalam keterangan resmi pada Selasa (17/3), dia menyampaikan bahwa bantuan diserahkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) di wilayah Idi Rayeuk pada Senin (16/3). Turut hadir dalam penyerahan bantuan tersebut Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.
Safrizal menyampaikan bahwa sampai saat ini pemerintah sudah menyalurkan bantuan dalam dua gelombang. Gelombang pertama difokuskan pada bantuan yang berkaitan dengan klasifikasi kerusakan hunian. Sementara bantuan gelombang kedua menyasar bantuan perorangan seperti jatah hidup (jadup), bantuan stimulan sosial ekonomi, serta bantuan isi hunian untuk korban terdampak bencana.
”Penanganan pasca bencana ini dilakukan secara bertahap. Gelombang pertama fokus pada kerusakan hunian, sedangkan gelombang kedua menyasar bantuan perorangan seperti jadup, stimulan ekonomi, dan bantuan perabotan rumah tangga,” terang dia.
Dalam keterangan yang sama, Safrizal menegaskan bahwa proses pendataan di wilayah terdampak bencana bukan hal perkara mudah. Karena itu, langkah tersebut dilakukan secara bertahap atau bergelombang. Tujuannya untuk memastikan akurasi data. Sehingga bantuan yang digelontorkan oleh pemerintah sampai ke tangan para korban tepat sasaran.
”Pendataan harus benar dan akurat, karena dari data itulah seluruh dukungan pemerintah dapat disalurkan secara tepat kepada masyarakat yang berhak,” ujarnya.
Menurut Safrizal bansos tahap II dengan jumlah total mencapai Rp 100 miliar tidak hanya membantu korban bencana untuk memenuhi kebutuhan pemulihan pasca bencana, melainkan juga berpotensi menggerakkan kembali perekonomian daerah di Aceh Timur.
”Dana stimulan ekonomi, jadup, dan bantuan lainnya akan meningkatkan daya beli masyarakat. Ketika dana itu dibelanjakan, perputaran ekonomi di daerah juga akan ikut bergerak,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Safrizal juga berpesan kepada pemerintah daerah agar segera menuntaskan pendataan rumah terdampak bencana yang masih belum lengkap. Dia menekankan bahwa pembangunan hunian bagi korban bencana tidak dapat dilaksanakan apabila data belum tersedia secara valid. Karena itu, dia mendorong pemerintah daerah bergerak cepat.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
