
Pendiri PYC Purnomo Yusgiantoro. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com-Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim, krisis ekonomi global, dan pertumbuhan populasi yang kian cepat, ketahanan pangan berkelanjutan menjadi isu strategis yang mendesak untuk ditangani. Pemerintah, pelaku industri, hingga komunitas lokal kini dituntut memperkuat sistem pangan nasional agar mampu menjamin ketersediaan, akses, dan kualitas pangan bagi seluruh masyarakat.
Upaya mewujudkan ketahanan pangan tidak lagi cukup dengan meningkatkan produksi saja, tetapi juga memastikan keberlanjutan ekosistem pangan dari hulu ke hilir. Mulai dari penerapan teknologi pertanian modern, pengurangan limbah pangan, hingga perlindungan petani sebagai garda terdepan, semuanya menjadi elemen penting untuk menghadapi tantangan masa depan.
Selaras dengan ini, Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) menyelenggarakan forum dialog dengan tema Penguatan Water–Energy–Food (WEF) Nexus untuk Mendukung Ketahanan Pangan yang Berkelanjutan.
Pendiri PYC sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI periode 2000–2009 Purnomo Yusgiantoro menegaskan, ketahanan pangan hanya bisa dicapai apabila Indonesia mampu mengelola energi dan air secara efisien, terukur, dan berkelanjutan.
Saat ini terdapat momentum penting lantaran Indonesia dihadapkan dengan tantangan peningkatan kebutuhan pangan bergizi, akses energi yang terjangkau, serta ketersediaan air bersih yang semakin tertekan oleh urbanisasi, perubahan iklim, serta degradasi lingkungan.
“Pangan, air, dan energi adalah tiga pilar yang saling bergantung. Tanpa air yang dikelola dengan baik, tidak ada produksi pangan. Tanpa energi yang efisien, kita tidak dapat mendistribusikan pangan secara merata," tutur Purnomo Yusgiantoro.
"Pendekatan WEF Nexus harus menjadi fondasi kebijakan nasional jika kita ingin mewujudkan ketahanan pangan yang berdaulat dan berkelanjutan,” kata Purnomo di Jakarta, Rabu (26/11).
Sementara itu, Ketua Umum PYC, Dr. Filda C. Yusgiantoro menegaskan bahwa WEF Nexus harus diterapkan. Hal ini untuk strategi kebijakan yang mengedepankan kolaborasi, yang tak hanya sebagai wacana teknokratis semata.
“WEF Nexus bukan sekadar konsep, tetapi strategi untuk memastikan rakyat Indonesia mendapatkan pangan bergizi, energi terjangkau, dan akses air yang adil. Sinergi lintas sektor perlu diperkuat agar kebijakan tidak hanya berhenti pada komitmen, tetapi benar-benar terimplementasi dalam program pembangunan nasional dan daerah,” jelas Filda C. Yusgiantoro.
Forum ini pun mempertemukan para pembuat kebijakan nasional, akademisi, sektor swasta, organisasi internasional, serta pemangku kepentingan kunci dari dalam dan luar negeri. Tujuannya untuk merumuskan strategi penguatan keterkaitan air, energi, dan pangan sebagai pondasi ketahanan pangan Indonesia.
Hal ini juga sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan prioritas RPJMN 2025–2029.
Dialog ini turut menghadirkan pembicara utama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, yang menekankan arah kebijakan pemerintah. Tujuannya untuk memperkuat kemandirian pangan melalui industrialisasi pertanian, peningkatan kapasitas daerah, serta akselerasi investasi strategis.
Pidato pembuka akan disampaikan Retno L.P. Marsudi selaku Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Urusan Air. Sementara itu, sesi panel yang menghadirkan tokoh nasional dan internasional akan menampilkan Laode Masihu Kamaluddin, Teguh Sambodo (Deputi Bidang Pangan, SDA, dan Lingkungan Hidup Bappenas), serta Bayu Krisnamurthi dari IPB.
Dalam sesi ini, para panelis akan mengulas berbagai isu strategis, mulai dari diplomasi air di tingkat global, upaya pelestarian lingkungan dan penguatan komunitas lokal, kerja sama lintas sektor melalui pendekatan pentahelix, hingga pengaruh dinamika geoekonomi terhadap sumber daya utama.
Diskusi juga mencakup pembenahan rantai pasok pangan dan transformasi agribisnis untuk meningkatkan daya saing sekaligus memastikan keadilan bagi petani.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
