Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Juli 2026 | 22.47 WIB

Gandeng Banten, Pramono Sulap 100 Hektar Lahan Ciangir Jadi Gudang Pangan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau lahan seluas 100 hektar di Pusat Olah Organik (POO) Ciangir, Kabupaten Tangerang. (Istimewa) - Image

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau lahan seluas 100 hektar di Pusat Olah Organik (POO) Ciangir, Kabupaten Tangerang. (Istimewa)

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat cadangan pangan wilayahnya. Lahan seluas 100 hektar di Pusat Olah Organik (POO) Ciangir, Kabupaten Tangerang, kini dikembangkan menjadi kawasan terintegrasi yang menghubungkan sektor peternakan, perikanan, pertanian, hingga budidaya maggot secara berkelanjutan.

Langkah ini menjadi tumpuan baru Jakarta dalam memastikan pasokan bahan pokok tetap aman sekaligus memangkas ketergantungan rantai pasok konvensional.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, kawasan Ciangir dirancang sebagai ekosistem saling mendukung agar mampu memberi dampak ekonomi dan ketersediaan pangan jangka panjang.

"Ciangir akan dikembangkan sebagai kawasan peternakan terintegrasi dan Pusat Olah Organik untuk memperkuat ketahanan pangan. Berbagai kegiatan di dalamnya akan saling terhubung sehingga mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan," tegas Pramono, Jumat (31/7).

Skema Pembagian Lahan dan Sektor Unggulan

Dari total luasan 100 hektar yang tersedia, pembagian pengelolaan telah dialokasikan secara spesifik. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memanfaatkan lahan seluas 40 hektar, sementara Perumda Dharma Jaya mengelola area seluas 20 hektar.

Di lokasi ini, Pemprov DKI memfokuskan pengembangan pada peternakan sapi, bebek, dan ayam. Selain itu, kawasan ini juga memfasilitasi budidaya ikan, pengembangan maggot Black Soldier Fly (BSF), serta sektor pertanian terpadu.

Pramono menambahkan, proyek megapolitan ini merupakan buah dari kerja sama erat antar-daerah antara Pemprov DKI Jakarta dan Pemprov Banten. Selain menjamin pasokan pangan bagi kedua wilayah, proyek ini diproyeksikan membuka banyak lapangan kerja baru bagi warga sekitar.

Gubernur Banten Andra Soni menyambut positif hadirnya kawasan peternakan terintegrasi ini. Pasalnya, program ini akan memberikan dampak ganda bagi masyarakat lokal.

Menurut Andra, pengembangan POO Ciangir tidak hanya memperkuat ketersediaan pangan di DKI dan Banten, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja lokal.

"Seperti yang pernah kita diskusi sebelumnya, bagaimana kita dengan Banten saling membutuhkan. Dan Jakarta butuh Banten, Banten juga sangat butuh Jakarta," ucapnya.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore