
Bencana hidrometeorologi melanda wilayah Pantai Barat Sumatera Utara dan membuat situasi kian genting. (TikTok)
JawaPos.com - Bencana hidrometeorologi melanda wilayah Pantai Barat Sumatera Utara dan membuat situasi kian genting. Tak hanya banjir besar dan longsor yang memutus jalur utama di Sibolga, Tapanuli Tengah, Padangsidimpuan, Mandailing Natal (Madina), dan Tapanuli Selatan (Tapsel), kini sebanyak 50 warga Tapteng dilaporkan terjebak di tengah hutan tanpa akses keluar.
Mereka mengungsi seadanya di tengah butan setelah longsor menutup jalan dari dua sisi dan meminta pertolongan kepada Bupati.
“Pak Bupati, tolong kami di sini, Pak Bupati. Kami di tengah hutan ini. Kiri-kanan longsor. Nggak ada lagi jalan keluar,” ujar seorang warga dalam video yang beredar luas, dikutip Rabu (26/11).
“Tolong kami, tolong. Ada sekitar 50 orang, Pak Bupati. Kiri-kanan udah hancur ini tolong secepatnya,” lanjutnya dengan suara panik.
Dalam video yang diunggah akun rose_zebua28, puluhan warga tampak mengemper di bawah pepohonan dengan perlindungan seadanya: payung, terpal, dan plastik. Mereka bertahan di tengah hujan sambil menunggu bantuan datang.
Madina Terparah, Ribuan Rumah Terendam
Di Mandailing Natal, dampak banjir menjadi yang paling parah. Ribuan rumah di empat desa di Siulang Aling, Kecamatan Muara Batang Gadis, terendam air setinggi 1–2 meter. Hingga Selasa (25/11), air belum juga surut akibat hujan deras yang tak kunjung berhenti.
“Rumah kami masih tergenang air. Saudara di Lubuk Kapundung I, II, dan Rantau Panjang sudah mulai kembali untuk bersih-bersih. Tapi bantuan belum turun sama sekali. Kami sulit keluar karena satu-satunya jalur akses adalah transportasi udara,” ungkap Sadun Lubis, seperti dikutip dari Sumut Pos (Jawa Pos Grup).
Tapsel Lumpuh: Tiga Jalur Nasional Putus Total
Kerusakan parah juga terjadi di Tapanuli Selatan. Tiga jalan nasional—Lintas Barat, Lintas Tengah, dan Lintas Timur—putus total di lima titik sekaligus:
Lintas Barat Danau Siais–Pantai Barat Natal amblas di Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur.
Lintas Tengah tertutup longsor di Parsalakan, Tobotan, dan Aek Nabara, serta terendam banjir hingga 30 cm di Aek Sijorni, Desa Silaiya.
Lintas Timur terganggu akibat longsor besar di Desa Pengkolan, Sipirok, yang menutupi hampir seluruh badan jalan.
“Longsor di Tobotan dan Aek Nabara menyeret empat mobil ke jurang. Hingga kini belum bisa dievakuasi,” ujar Kabid Sarana dan Prasarana Dishub Tapsel, Mara Sutan Harahap.
Sibolga–Tapteng: Ribuan Warga Terdampak

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
