MAGNET WISATA JATENG: Wisatawan bisa mengunjungi Keraton Kasunanan Surakarta kembali mulai kemarin (27/12), meski belum semua akses dibuka. (JAWA POS RADAR SOLO)
JawaPos.com - Perebutan takhta Keraton Kasunanan Surakarta kembali memuncak setelah dua putra almarhum Pakubuwono XIII sama-sama mengklaim sebagai Pakubuwono XIV yang menggantikan ayahnya, Pakubuwono XIII. Kondisi inilah yang memunculkan dualisme raja dan menimbulkan pertanyaan besar: siapa sebenarnya pewaris yang paling sah?
Dikutip dari Radar Solo (Jawa Pos Grup), konflik bermula setelah PB XIII wafat, meninggalkan dua putra dari ibu yang berbeda: putra tertua KGPH Hangabehi dan putra bungsu sekaligus putra mahkota KGPAA Hamangkunegoro atau Gusti Purbaya. Masing-masing kubu menggelar penobatan versi mereka sendiri, memunculkan pertentangan terbuka di dalam lingkungan keraton.
Kelompok pendukung Gusti Purbaya mengklaim bahwa putra bungsu PB XIII itu telah ditetapkan sebagai penerus sah sejak sebelum ayahanda wafat. Di sisi lain, Lembaga Dewan Adat (LDA) menegaskan Hangabehi adalah pewaris berdasarkan ketentuan adat Jawa yang mendahulukan putra laki-laki tertua.
Dua Penobatan, Dua Raja
Versi pertama, KGPAA
Hamangkunegoro atau Gusti Purbaya menyatakan dirinya sebagai pewaris sah Pakubuwono XIII. Ia pun dijadwalkan menjalani prosesi Jumenengan Dalem pada Sabtu, 15 November 2025, di kompleks Keraton Surakarta.
Versi kedua, KGPH Hangabehi ternyata dinobatkan lebih dulu sebagai Pakubuwono XIV oleh LDA pada Kamis, 13 November 2025, di Sasana Handrawina. Penobatan ini dilakukan di hadapan Mahamenteri KGPA Tedjowulan, GKR Wandansari Koes Moertiyah (Gusti Moeng) yang belakangan diklarifikasi karena tak mengetahui acara tersebut, serta sejumlah sentono dan abdi dalem.
Kedua kubu mengklaim punya dasar hukum adat dan legitimasi keluarga, sehingga dualisme kepemimpinan tak terhindarkan.
Gusti Purbaya Sudah Menyebut Diri Pakubuwono XIV di Depan Jenazah Ayahanda
Saat upacara atur belasungkawa di depan peti jenazah PB XIII pada 5 November 2025, Gusti Purbaya telah menegaskan dirinya sebagai Pakubuwono XIV. Pernyataan itu disaksikan ratusan orang di Sasana Sewaka, termasuk keluarga keraton.
GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani juga menegaskan bahwa sebelum wafat, PB XIII telah menyatakan Gusti Purbaya sebagai penerus takhta. Kesepakatan itu disebut disaksikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, hingga Wali Kota Surakarta Respati Ardi.
LDA Kukuhkan Hangabehi sebagai Raja: "Harus Urut Tua"
Di sisi lain, LDA memilih menobatkan Hangabehi sebagai penerus. Gusti Moeng menyebut langkah ini dilakukan demi “menyatukan keluarga besar” serta menjaga keutuhan keraton.
Menurut pemahaman adat versi LDA, putra laki-laki tertua otomatis menjadi pewaris. Karena itu, mereka menolak keputusan tahun 2022 ketika Gusti Purbaya ditetapkan sebagai putra mahkota.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
