
ILUSTRASI: Parkir Sembarangan di Depan Rumah atau Jalan Umum. (Istimewa)
JawaPos.com - Hubungan antar tetangga tidak selalu berjalan harmonis. Aktivitas kecil seperti kebisingan, parkir kendaraan, atau pengelolaan sampah sering kali memicu ketegangan. Padahal, menjaga ketertiban lingkungan merupakan kewajiban masyarakat sesuai aturan yang berlaku.
Hal itu tertuang sebagaimana dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Dalam KUHP diatur hidup bertetangga secara etika. Bahkan, jika parkir semabarang tempat dapat dipidana selama 18 bulan.
Berikut aturan yang harus dijaga dalam lingkungan bertetangga:
Baca Juga: Ramalan Zodiak Leo dan Virgo Besok Sabtu, 15 November 2025: Karier, Cinta, Keuangan, dan Kesehatan
1. Keributan di Malam Hari
Kebisingan pada waktu istirahat bukan sekadar masalah etika, tetapi juga dapat dianggap melanggar ketertiban umum.
Dalam Pasal 265 UU Nomor 1 Tahun 2023 (berlaku 2026), seseorang yang membuat keributan di malam hari dapat dikenai pidana berupa denda maksimal Rp 10 juta.
Sementara itu, Pasal 503 KUHP mengatur bahwa pelaku keributan yang mengganggu masyarakat bisa dikenai hukuman kurungan hingga 3 hari atau denda hingga Rp 255 ribu.
2. Parkir Sembarangan di Depan Rumah atau Jalan Umum
Masalah parkir juga kerap menimbulkan konflik. Menurut UU No. 38 Tahun 2004 Pasal 63 ayat 1, setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengganggu fungsi jalan di ruang manfaat jalan.
Bahkan dalam Pasal 12 ayat 1, mereka yang dengan sengaja mengganggu fungsi jalan dapat dikenai pidana hingga 18 bulan atau denda maksimal Rp1,5 miliar.
Selain itu, PP No. 34 Tahun 2006 tentang Jalan menegaskan larangan memarkir kendaraan di ruang jalan umum yang menyebabkan gangguan. Bahkan, Pasal 38 secara tegas melarang penggunaan ruang manfaat jalan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan.
3. Membakar Sampah di Lingkungan
Perilaku membakar sampah juga diatur secara tegas. Dalam UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, Pasal 12 mewajibkan setiap orang mengelola sampah rumah tangga dengan cara yang ramah lingkungan.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
