
Mochtar Kusumaatmadja, mantan Rektor Universitas Padjajaran Bandung ditetapkan sebagai pahlawan nasional. (Instagram @kantorstafpresidenri)
JawaPos.com - Akademikus sekaligus mantan Menteri Luar Negeri era Presiden Soeharto, Mochtar Kusumaatmadja resmi ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional tahun 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto.
Ia menjadi Pahlawan Nasional atas jasanya yang luar biasa dalam memperjuangkan konsep hukum laut Indonesia dan memperkuat diplomasi internasional.
Mochtar dikenal sebagai perumus utama konsep negara kepulauan (archipelagic state) yang menjadi dasar pengakuan wilayah laut Indonesia dalam United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982.
Mochtar lahir di Jakarta pada 17 Februari 1929. Masa kecilnya dihabiskan berpindah-pindah antara Jakarta dan Cirebon, mengikuti perjalanan hidup keluarganya.
Setelah menamatkan SMA, Mochtar melanjutkan pendidikan ke Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan lulus pada tahun 1955 dengan gelar Meester in de Rechten.
Tak berhenti di situ, ia melanjutkan studi ke Universitas Yale, Amerika Serikat pada tahun 1956, kemudian meraih gelar doktor di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung pada tahun 1962.
Dua tahun kemudian, ia melanjutkan pendidikan pascadoktoralnya di Harvard Law School, dan meneruskan studi ke University of Chicago.
Dengan segala pencapaiannya di bidang pendidikan, tahun 1970 Mochtar dikukuhkan sebagai profesor di Universitas Padjadjaran.
Ia juga sempat menjabat Dekan Fakultas Hukum Unpad selama tiga periode: 1962–1963, 1967–1968, dan 1969–1970.
Karir akademiknya mencapai puncak ketika pada tahun 1973 ia dilantik menjadi Rektor Unpad menggantikan Prof. R. S. Soeria Atmadja.
Namun masa jabatannya sebagai rektor hanya berlangsung singkat karena pada tahun berikutnya, Mochtar diangkat menjadi Menteri Kehakiman Republik Indonesia.
Kiprahnya di pemerintahan semakin meluas ketika pada 1978 ia dipercaya menjadi Menteri Luar Negeri dalam Kabinet Pembangunan III di era Presiden Soeharto.
Dalam posisi tersebut, Mochtar dikenal sebagai diplomat ulung yang mampu menjaga wibawa Indonesia di mata dunia.
Ia sangat disegani karena kecerdasan, ketegasan, dan kemampuannya merumuskan kebijakan luar negeri berbasis hukum internasional.
Sejak muda, Mochtar telah menunjukkan kepiawaiannya sebagai ahli hukum. Pada 1957, ia menjadi salah satu penggagas konsep negara kepulauan yang kemudian dituangkan dalam Deklarasi Djuanda.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Hasil Babak Pertama Persebaya vs Port FC: Miguel Pereira Cetak Gol Perdana, Skor Masih 1-1
Prediksi Persebaya Surabaya vs Port FC: Bruno Moreira Dikabarkan Cedera, Bernardo Tavares Buka Peluang Rotasi Pemain
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
