Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Juli 2026 | 21.03 WIB

Profil Taruna Nusantara dan Sekolah Garuda, SMA Andalan Pemerintah untuk Cetak Pemimpin Bangsa

Suasana khidmat menyelimuti pelataran SMA Taruna Nusantara (TN) di Magelang, Jawa Tengah, saat upacara Pembukaan Pendidikan dan Pelantikan Siswa. (Istimewa). - Image

Suasana khidmat menyelimuti pelataran SMA Taruna Nusantara (TN) di Magelang, Jawa Tengah, saat upacara Pembukaan Pendidikan dan Pelantikan Siswa. (Istimewa).

JawaPos.com - Untuk memastikan regenerasi pemimpin bangsa berjalan dengan baik, pemerintah mendirikan sekolah unggulan. Diantaranya adalah SMA Taruna Nusantara yang sudah lama berdiri dan Sekolah Garuda yang belum lama ini dibangun oleh Presiden Prabowo Subianto.

SMA Taruna Nusantara berdiri sejak 1990 silam. Namun gagasannya dibawa oleh Jenderal LB. Moerdani sejak 1985. Sebagai menteri pertahanan dan keamanan saat itu, Moerdani sudah memikirkan pendirian lembaga pendidikan untuk mencetak generasi penerus bangsa.

Gagasan itu lantas ditindaklanjuti lewat penandatanganan nota kesepahaman antara TNI dengan Taman Siswa sebagai organisasi pendidikan pertama di Indonesia. Mereka kemudian membangun Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara atau LPTTN.

”SMA TN (Taruna Nusantara) diresmikan oleh Panglima Angkatan Bersenjata saat itu, Jenderal Try Sutrisno pada 1990,” bunyi keterangan dalam laman resmi SMA Taruna Nusantara yang dikutip pada Selasa (22/7).

Semula SMA Taruna Nusantara hanya ada 1 di Magelang, Jawa Tengah (Jateng). Berdiri di atas lahan milik Akademi Militer (Akmil) yang juga berlokasi di Magelang. Luas awalnya 18,5 hektare. Namun terus bertambah hingga menjadi 23 hektare. Pertumbuhan itu seiring dengan perubahan zaman dan kebijakan.

SMA Taruna Nusantara yang awalnya hanya menerima siswa laki-laki, mulai 1996 menerima siswa perempuan. Untuk menarik minat putra dan putri terbaik bangsa dari seluruh daerah di Indonesia, LPTTN menawarkan beasiswa penuh kepada para siswa yang lolos seleksi masuk SMA Taruna Nusantara.

”Namun, setelah krisis ekonomi dan perubahan politik pada tahun 1997, LPTTN mengalami kesulitan keuangan sehingga pada tahun 2001 menghentikan kebijakan beasiswa penuh,” lanjut keterangan tersebut.

Kini beasiswa penuh hanya diberikan kepada pelajar terpilih yang memang benar-benar memiliki kesulitan keuangan. Meski terjadi perubahan, spirit mencetak generasi penerus bangsa yang unggul tetap terjaga. Lulusan SMA Taruna Nusantara pun menghiasi pejabat dalam kabinet Presiden Prabowo Subianto.

Hari ini, 3 dari 4 lulusan terbaik peraih adhi makayasa Akademi TNI dan Akademi Kepolisian (Akpol), berasal dari SMA Taruna Nusantara. Mereka terdiri atas Muhammad Rizqi Wira Utama Baihaqi Putra (AAL) yang juga lulusan SMA Taruna Nusantara angkatan 27 serta Yehezkiel Bonaventura Yudaniarman (AAU) dan Harindra Arsandho Tegarbaja (Akpol) yang sama-sama lulusan SMA Taruna Nusantara angkatan 31.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore