
Adik Marsinah, Wijiati (54), mencium foto sang kakak seusai agenda Penganugerahan Pahlawan Nasional kepada Marsinah di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). (ANTARA/Andi Firdaus)
JawaPos.com - Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada tiga tokoh asal Jawa Timur, yakni KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Syaikhona Muhammad Kholil, dan Marsinah, disambut positif oleh berbagai kalangan.
Termasuk dari kalangan serikat pekerja atau buruh. Khususnya kepada Marsinah dan Gus Dur yang dinilai telah berjasa besar dalam memperjuangkan kesejahteraan buruh di Indonesia.
"Alhamdulillah kami bersyukur. Marsinah bagi kami simbol keberanian buruh perempuan," tutur Wakil Sekretaris Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jatim, Nuruddin Hidayat kepada JawaPos.com, Senin (10/11).
Sementara, Gus Dur dinilai berjasa melahirkan Undang-Undang No. 21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja atau Serikat Buruh. Dengan regulasi tersebut, buruh dimudahkan untuk berserikat.
"Dengan adanya UU Nomor 21 tahun 2000, buruh dengan mudah membentuk serikat pekerja/buruh, dan dilindungi keberadaannya untuk membela serta memperjuangkan peningkatan kesejahteraan anggotanya," lanjutnya.
Di saat bersamaan, para buruh tidak terima dengan gelar Pahlawan Nasional yang juga disematkan kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto. Menurut Nuruddin, Soeharto tak layak karena pemerintahan otoriternya membungkam demokrasi.
"Kami tetap menolaknya. Ruang gerak buruh saat pemerintahan Soeharto itu sangat dibatasi, bahkan diberangus. Singkat saja, saya katakan kematian Marsinah itu di rezim Soeharto," seru Nuruddin.
Serikat pekerja atau buruh akan melakukan konsolidasi dengan rekan-rekan jaringan yang lain untuk menentukan langkah ke depan. Apakah melakukan gugatan hukum atau menyuarakan penolakan melalui aksi demonstrasi.
Sebagai informasi, bertepatan dengan Hari Pahlawan, Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada 10 tokoh yang dinilai berjasa besar bagi bangsa dan negara, Senin (10/11).
Digelar di Istana Merdeka, Jakarta, penganugerahan ini didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.
Adapun 10 tokoh yang dianugerahi gelar pahlawan nasional pada Senin (10/11), di antaranya KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Jawa Timur), Jenderal Besar TNI (Purn) Soeharto (Jawa Tengah), dan Marsinah (Jawa Timur).
Lalu ada Mochtar Kusumaatmaja (Jawa Barat), Hajjah Rahma El Yunusiyyah (Sumatea Barat), Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo (Jawa Tengah), dan Sultan Muhammad Salahuddin (Nusa Tenggara Barat).
Kemudian Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan (Jawa Timur), Tuan Rondahaim Saragih (Sumatera Utara), dan Zainal Abisin Syah (Maluku Utara).

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
